Key fob atau remote kunci mobil bekerja dengan mengirimkan sinyal frekuensi radio secara terus-menerus untuk berkomunikasi dengan sistem keamanan kendaraan. Jika jarak antara remote dan mobil terlalu dekat—misalnya digantung di dinding garasi atau diletakkan di meja samping pintu—sirkuit penerima di dalam kendaraan tidak pernah benar-benar tidur. Sistem tetap dalam mode siaga, menunggu perintah dari remote, yang berarti daya baterai mobil terus terpakai.
Pada sebagian besar mobil modern, sistem keyless entry menggunakan teknologi yang disebut passive keyless entry. Sensor di mobil secara periodik memancarkan sinyal untuk mendeteksi keberadaan remote dalam radius tertentu. Jika remote berada dalam jangkauan, sistem tetap aktif dan siap merespons sentuhan pada gagang pintu.
Proses deteksi ini tidak memakan daya besar dalam hitungan jam. Namun dalam hitungan hari atau minggu, akumulasi konsumsi daya bisa cukup signifikan. Terutama pada mobil yang jarang dipakai, aki bisa kehilangan daya hingga titik tidak bisa starter dalam waktu satu hingga dua pekan.
Tingkat risiko tergantung pada desain sistem kelistrikan masing-masing pabrikan. Beberapa merek seperti Toyota, Honda, atau BMW sudah memiliki mekanisme sleep mode yang lebih agresif—sistem akan mati total jika remote tidak mendekat dalam waktu tertentu. Namun pada model lawas atau mobil entry-level, fitur hemat daya ini belum tentu ada.
Selain itu, faktor lain seperti usia aki dan suhu lingkungan juga berpengaruh. Di Indonesia dengan suhu rata-rata tinggi, reaksi kimia di dalam aki memang lebih cepat, membuat daya tahan alami lebih pendek. Kombinasi aki tua, cuaca panas, dan remote yang terus-menerus terdeteksi bisa mempercepat kegagalan total.
Solusi paling mudah: jauhkan key fob dari mobil saat kendaraan diparkir di garasi. Idealnya, letakkan remote di dalam rumah, bukan di area yang langsung berbatasan dengan dinding garasi. Beberapa pemilik mobil bahkan memilih menyimpan remote dalam wadah logam atau RFID-blocking pouch untuk menghentikan sinyal sepenuhnya.
Jika mobil jarang digunakan selama lebih dari seminggu, pertimbangkan untuk melepas terminal negatif aki atau menggunakan trickle charger. Langkah ini tidak hanya mengantisipasi masalah key fob, tapi juga memperpanjang umur aki secara keseluruhan.
Fenomena ini bukan mitos belaka, tapi bukan juga ancaman besar yang perlu dikhawatirkan berlebihan. Dengan kebiasaan parkir yang benar dan sedikit kesadaran soal jarak remote, risiko aki soak bisa diminimalkan. Bagi pemilik mobil dengan fitur keyless entry, ini adalah pengingat kecil yang bisa menyelamatkan dari pengalaman mogok di pagi hari.