PALANGKA RAYA — UIN Palangka Raya menggelar simulasi pelaksanaan UM-PTKIN 2026 di laboratorium TIPD kampus setempat pada Jumat pekan lalu. Simulasi ini mencakup uji coba kestabilan jaringan internet, verifikasi aplikasi Sistem Seleksi Elektronik (SSE), serta pengondisian untuk menghindari kendala teknis selama ujian berlangsung.
Kegiatan ini menjadi tahapan krusial bagi panitia lokal. Tujuannya meminimalisasi hambatan di lapangan, baik dari sisi infrastruktur teknologi informasi maupun kesiapan sumber daya manusia pengawas.
Panitia lokal menguji seluruh perangkat yang akan digunakan saat ujian. Verifikasi aplikasi SSE menjadi prioritas utama untuk memastikan sistem seleksi elektronik berfungsi tanpa gangguan. Kestabilan jaringan internet juga diuji agar tidak terjadi putus koneksi saat peserta mengerjakan soal.
Selain itu, pengondisian area kampus dilakukan untuk menjaga ketertiban selama pelaksanaan ujian. Pengawas juga mendapatkan arahan teknis agar siap menghadapi segala kemungkinan di lapangan.
Sesuai jadwal nasional Panitia Pusat, ujian UM-PTKIN 2026 akan berlangsung selama tiga hari. Pelaksanaan dimulai Senin, 8 Juni hingga Rabu, 10 Juni 2026.
Pihak panitia lokal UIN Palangka Raya mengimbau peserta yang memilih lokasi ujian di kampus ini untuk memanfaatkan sisa waktu mempersiapkan diri secara maksimal. Calon mahasiswa diminta menjaga kesehatan serta memastikan kembali kartu peserta dan berkas persyaratan wajib yang harus dibawa.
Simulasi ini menjadi langkah antisipasi agar tidak ada hambatan berarti saat hari pelaksanaan. Panitia memastikan seluruh infrastruktur IT dan kesiapan pengawas benar-benar matang. Dengan begitu, proses seleksi berjalan lancar dan peserta bisa fokus mengerjakan ujian tanpa gangguan teknis.