PLN Targetkan Entitas Usaha Pangkas dari 44 Jadi 23, BP BUMN dan Danantara Awasi Transformasi

Penulis: Puguh Triyono  •  Kamis, 04 Juni 2026 | 12:55:01 WIB
PLN targetkan pengurangan entitas usaha dari 44 menjadi 23 dalam dua tahun ke depan.

KALIMANTAN TENGAH — Program streamlining PLN Group tidak hanya soal memangkas jumlah anak usaha. Menurut pemaparan PLN dalam pertemuan tertutup itu, prosesnya mencakup konsolidasi, divestasi, restrukturisasi portofolio bisnis, hingga penyederhanaan struktur usaha secara menyeluruh.

“Percepatan transformasi dan penguatan keandalan sistem kelistrikan menjadi kunci agar PLN semakin efektif mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Dony Oskaria dalam keterangan resmi, Rabu (3/6).

Targetnya ambisius: dari 44 entitas yang ada saat ini, jumlah itu harus menyusut hampir setengahnya menjadi 23 entitas dalam dua tahun ke depan. Langkah ini diyakini bisa memperkuat tata kelola dan menciptakan struktur bisnis yang lebih terintegrasi.

Progres RUPTL: 1.634 Proyek Masuk Tahap Eksekusi

Selain urusan korporasi, pertemuan itu juga mengecek implementasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. PLN melaporkan progres positif: dari total proyek yang direncanakan, hampir 40 persen atau sekitar 1.634 proyek sudah masuk tahap eksekusi.

Proyek-proyek itu mencakup pembangunan pembangkit baru, jaringan transmisi, hingga gardu induk. Infrastruktur ini dipersiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan listrik di masa depan, seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan investasi.

Belajar dari Gangguan Listrik Sumatera

Pembahasan lain yang tak kalah krusial adalah penguatan sistem kelistrikan pasca gangguan yang terjadi di Sumatera. PLN terus mengevaluasi penyebab dan menyiapkan langkah preventif agar kejadian serupa tak terulang.

Sejumlah proyek strategis disiapkan, antara lain penguatan infrastruktur backbone kelistrikan Sumatera, pembangunan jaringan transmisi 500 kV, 275 kV, dan 150 kV, serta penambahan kapasitas pembangkit di berbagai titik rawan. Semua ini bertujuan memperkuat ketahanan sistem dan meminimalkan risiko pemadaman.

Melalui transformasi korporasi yang berkelanjutan, percepatan RUPTL, dan penguatan sistem kelistrikan, PLN diharapkan mampu menjalankan perannya sebagai penyedia tenaga listrik nasional yang andal sekaligus mendukung agenda transisi energi Indonesia.

Reporter: Puguh Triyono
Sumber: koran-jakarta.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top