Mafia Emas Ilegal Dusun Tandang Kembali Beroperasi, Oknum Pemuka Dusun Diduga Jadi Pelindung

Penulis: Rendi Kusuma  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 00:05:19 WIB
Penambangan emas ilegal di Dusun Tandang kembali aktif setelah sempat dihentikan.

KALTENG — Praktik penambangan emas ilegal di Dusun Tandang kembali menggeliat. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa aktivitas para pelaku kini berjalan lebih terang-terangan setelah sempat "tiarap" akibat terjangan berita dan razia aparat tahun lalu.

Fenomena ini memunculkan dugaan kuat adanya keterlibatan pihak-pihak yang seharusnya menjadi garda terdepan penegakan aturan di tingkat dusun. Seorang oknum pemuka dusun diduga menjadi pelindung utama yang memfasilitasi dan mengamankan operasi mafia emas tersebut.

Awal Mula: Dari Kejaran Aparat Kembali ke Aktivitas Normal

Sepanjang tahun lalu, polisi dan instansi terkait gencar melakukan razia di titik-titik penambangan liar di wilayah tersebut. Beberapa alat berat disita dan sejumlah orang diamankan. Namun, tekanan itu tak bertahan lama.

Setelah sorotan media mereda dan frekuensi patroli menurun, para pelaku mulai berani kembali ke lokasi. Mereka bahkan diketahui mengaktifkan kembali mesin dompeng dan ekskavator yang sempat disembunyikan di dalam hutan.

Peran Oknum Pemuka Dusun: Pelindung atau Penguasa?

Informasi yang berkembang di masyarakat menyebut bahwa oknum pemuka dusun tersebut bertindak lebih dari sekadar "membiarkan". Ia diduga aktif mengatur jadwal operasi, memungut setoran, dan bahkan memastikan tidak ada warga yang berani melapor ke aparat.

“Dia yang pasang badan. Siapa pun yang mau masuk ke lokasi harus izin dulu sama dia. Kalau tidak, bisa celaka,” ujar seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.

Praktik ini membuat warga yang ingin melawan atau melapor merasa takut. Tak sedikit yang memilih bungkam karena khawatir akan keselamatan diri dan keluarga.

Apa Langkah Aparat Selanjutnya?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian atau pemerintah daerah setempat mengenai temuan ini. Namun, desakan dari kalangan aktivis lingkungan dan masyarakat mulai menguat agar kasus ini segera ditindaklanjuti.

Penambangan emas ilegal di Dusun Tandang tak hanya melanggar hukum, tetapi juga mengancam kelestarian lingkungan. Aliran sungai tercemar merkuri, dan lubang-lubang tambang rawan kecelakaan bagi warga sekitar.

Pertanyaan besarnya kini: akankah aparat kembali bergerak, atau hukum akan kembali tiarap demi kilau emas? Warga berharap ada tindakan tegas yang membuat mafia ini benar-benar berhenti untuk selamanya.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: radarsampit.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top