Nvidia Buka Peluang Handheld Gaming RTX, Jensen Huang Konfirmasi Siap "Bekerja Sama" dengan Pihak Ketiga

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 17:37:01 WIB
Jensen Huang konfirmasi Nvidia siap bekerja sama dengan pihak ketiga untuk handheld gaming RTX.

Dalam wawancara eksklusif di ajang Computex 2026, Huang menegaskan RTX Spark bukan chip sekali jadi. Ia mengonfirmasi kode nama N1X merujuk pada RTX Spark, dan timnya telah menyiapkan varian penerus. "N2X dan N3X sudah direncanakan. N1X disebut N1X karena ada versi lebih kecil bernama N1. Kami akan memperluas keluarga ini dan memperpanjang arsitektur ini untuk waktu yang sangat lama," ujar Huang.

Dari Nintendo Switch ke RTX Spark?

Pertanyaan soal gawai genggam muncul karena Nvidia selama ini menjadi pemasok chip untuk Nintendo Switch dan Switch 2. Dengan kemampuan grafis RTX Spark yang diklaim setara kartu grafis RTX 5070 notebook—bahkan mampu menjalankan Indiana Jones di 100 fps pada resolusi 1440p—spekulasi soal "Nintendo Switch bertenaga RTX" pun menguat.

Huang tidak menutup pintu. "Kalau ada yang ingin melakukannya, kami akan bekerja sama dengan mereka," katanya. Namun, ia buru-buru mengingatkan fokus utama Nvidia saat ini: "Merevolusi PC setelah 40 tahun."

Visi R2-D2: PC yang Bisa Diajak Ngobrol

Yang menarik dari pernyataan Huang adalah visinya tentang masa depan komputer pribadi. Ia membayangkan PC tidak lagi diam menunggu perintah, melainkan aktif berkomunikasi dengan pengguna. "Saya akan mengobrol dengan agen AI saya lewat WhatsApp. Ia akan membalas. Ia bahkan akan menelepon saya. Itulah komputer pribadi masa depan. Bilang itu bukan R2-D2. Bilang itu bukan robot. Bilang itu tidak keren," katanya.

Visi ini dimungkinkan berkat kemampuan RTX Spark menjalankan model AI agen secara lokal di perangkat, bukan di cloud. Dengan integrasi ke dalam ekosistem Windows, Nvidia dan Microsoft ingin pengguna tetap bisa menjalankan semua fungsi PC tradisional, sambil perlahan beralih ke era komputasi yang digerakkan oleh AI.

RTX Spark vs Apple Silicon: Bukan Perang Langsung

Ketika ditanya soal persaingan dengan Apple Silicon yang lebih dulu menguasai pasar chip efisien, Huang memilih jalur berbeda. "Ekosistem Apple sangat baik, dan mereka punya peta jalan silikon kelas dunia. Tapi itu bukan fokus kami," ujarnya. "Fokus kami adalah merevolusi PC. Arsitektur dasar PC hampir tidak berubah selama 40 tahun, dan kami ingin mengubahnya."

Pernyataan ini bisa dibaca sebagai pengakuan halus bahwa Nvidia belum bisa menyaingi keunggulan ekosistem Apple. Namun, dengan peta jalan jangka panjang dan komitmen dukungan software selama 5-10 tahun—"seperti sistem home theater saya," kata Huang—Nvidia yakin RTX Spark bisa menjadi fondasi baru bagi PC berbasis Windows.

Bagi pasar Indonesia, langkah ini membuka peluang baru. Jika ada vendor lokal atau global yang tertarik meracik gawai genggam gaming dengan chip Nvidia, konsumen di Tanah Air bisa segera menikmati performa RTX 5070 dalam genggaman. Tapi untuk sekarang, Huang memilih fokus pada misi besarnya: membuat PC yang tidak lagi diam membisu.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: tomsguide.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top