SAMPIT — Ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Kotawaringin Timur memadati atrium Citymall Sampit pada Minggu (31/5/2026). Mereka mengikuti lomba senam dan modern dance yang digelar Dispora Kotim sebagai bagian dari program promosi gaya hidup aktif di kalangan remaja.
Suara musik bertempo cepat menggema di pusat perbelanjaan itu sejak pagi. Para peserta bergantian unjuk kebolehan di hadapan dewan juri. Beberapa kelompok menampilkan koreografi modern yang enerjik, sementara yang lain memilih gerakan senam kreasi khas daerah.
Pemilihan Citymall Sampit sebagai lokasi bukan tanpa alasan. Dispora Kotim ingin mendekatkan aktivitas olahraga ke ruang publik yang kerap dikunjungi anak muda. Kepala Dispora Kotim menyebut bahwa mal selama ini identik dengan kegiatan konsumtif. Pihaknya ingin mengubah persepsi itu dengan menyelipkan agenda produktif dan menyehatkan.
“Kami ingin pelajar melihat bahwa berolahraga itu menyenangkan dan bisa dilakukan di mana saja. Mal bukan cuma tempat belanja atau nongkrong, tapi juga bisa jadi arena berprestasi,” ujar Kepala Dispora Kotim dalam sambutannya.
Beberapa sekolah mengaku telah mempersiapkan diri jauh-jauh hari. Salah satu pelajar dari SMP Negeri 2 Sampit mengatakan kelompoknya berlatih setiap sore selama dua pekan terakhir. Mereka menyiapkan gerakan padu yang memadukan senam aerobik dengan elemen tari tradisional Dayak.
“Kami ingin tampil beda. Biar juri dan penonton ingat sama penampilan kami,” katanya sembari menarik napas usai turun panggung.
Total peserta yang mendaftar mencapai angka yang cukup besar. Dispora Kotim mencatat lebih dari 20 tim dari tingkat SMP dan SMA sederajat ikut serta dalam kompetisi ini.
Lomba ini bukan sekadar ajang seremonial. Dispora Kotim berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi pemicu terbentuknya ekstrakurikuler olahraga yang lebih aktif di sekolah. Pihaknya juga berencana menjadikan agenda ini sebagai event tahunan yang diperluas ke tingkat kecamatan.
“Kalau hanya lomba setahun sekali, efeknya tidak akan maksimal. Kami ingin setelah ini, setiap sekolah punya jadwal senam rutin seminggu sekali,” kata pejabat Dispora Kotim.
Ke depan, Dispora Kotim juga akan menggandeng Dinas Pendidikan setempat untuk mengintegrasikan gerakan hidup sehat ke dalam kurikulum muatan lokal. Langkah itu diambil agar budaya olahraga tidak hanya berhenti di panggung lomba, tetapi benar-benar menjadi gaya hidup pelajar di Kotawaringin Timur.