PANGKALAN BUN — Keresahan melanda sebagian warga di kawasan permukiman Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, setelah isu pocong yang disebut-sebut menyatroni rumah warga kembali mencuat. Kabar ini menyebar cepat melalui media sosial dan grup percakapan aplikasi perpesanan, memicu diskusi dan kekhawatiran di kalangan warga, terutama yang tinggal di area pinggiran kota.
Informasi mengenai pocong ini pertama kali muncul dari unggahan akun media sosial warga yang mengaku melihat atau mendengar suara mencurigakan di sekitar rumah mereka pada malam hari. Unggahan tersebut kemudian dibagikan secara luas oleh akun-akun lain, ditambah dengan narasi yang semakin dramatis. Beberapa warga mengaku enggan keluar rumah setelah Maghrib, sementara yang lain memasang lampu terang di halaman sebagai antisipasi.
Sejumlah warga yang ditemui di sekitar Kelurahan Madurejo dan Pasir Panjang mengaku khawatir meski belum pernah melihat langsung sosok yang dimaksud. “Anak-anak takut kalau disuruh tidur sendiri. Kami jadi waswas setiap ada suara aneh di luar,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Ketakutan ini diperparah dengan beredarnya foto dan video yang diklaim sebagai bukti kemunculan pocong, meski belum terverifikasi kebenarannya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Polres Kotawaringin Barat atau pemerintah kecamatan setempat. Namun, sejumlah tokoh masyarakat dan pengurus RT mulai mengimbau warga untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya. Beberapa pihak juga menyarankan warga untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan konten yang berpotensi memicu kepanikan massal.
Di sisi lain, fenomena ini mengingatkan pada kejadian serupa di beberapa daerah lain di Indonesia, di mana isu mistis kerap muncul bersamaan dengan kondisi sosial tertentu. Pola penyebaran informasi yang cepat di era digital membuat isu semacam ini sulit dibendung tanpa klarifikasi resmi dari pihak berwenang.
Warga berharap aparat kelurahan atau kepolisian segera memberikan pernyataan resmi untuk meredakan keresahan yang terus meluas. Tanpa klarifikasi, isu pocong ini berpotensi terus berkembang dan mengganggu aktivitas warga, terutama di malam hari. Beberapa warga juga mulai membentuk kelompok ronda malam secara sukarela sebagai bentuk antisipasi dan solidaritas lingkungan.