Gempa M 4,0 Guncang Nabire, Getaran Terasa Seperti Truk Berlalu

Penulis: Rendi Kusuma  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 13:32:32 WIB
Gempa tektonik berkekuatan M 4,0 mengguncang Nabire dengan kedalaman 13 km.

KALIMANTAN TENGAH — Gempa tektonik tersebut terjadi pukul 09.17 WIB. Pusat gempa berada pada koordinat 3,67 Lintang Selatan dan 135,41 Bujur Timur. Kedalaman yang hanya 13 kilometer membuat getarannya terasa signifikan di permukaan, meski kekuatannya tergolong kecil.

Getaran Skala II-III MMI, Warga Rasakan Guncangan Nyata

BMKG melaporkan, getaran dirasakan dalam skala II hingga III Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada skala III, getaran terasa nyata di dalam rumah seperti ada truk besar yang melintas. Skala II berarti getaran juga dirasakan oleh beberapa orang di dalam bangunan, terutama yang sedang beristirahat.

“Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu,” demikian keterangan tertulis BMKG yang dikutip Kompas.com. Belum ada laporan warga yang panik hingga berhamburan keluar rumah, namun kewaspadaan tetap ditingkatkan.

Belum Ada Laporan Kerusakan atau Korban Jiwa

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengenai dampak kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa ini. Tim reaksi cepat biasanya akan melakukan asesmen ke lokasi terdekat dengan episentrum untuk memastikan kondisi warga.

Wilayah Nabire dan sekitarnya memang dikenal sebagai daerah rawan gempa karena berada di jalur tumbukan lempeng tektonik aktif. Gempa dengan kedalaman dangkal seperti ini berpotensi memicu kerusakan jika pusat gempa berada tepat di bawah permukiman padat.

Mengapa Gempa Dangkal Lebih Terasa?

Kedalaman 13 kilometer menjadikan gempa ini masuk kategori dangkal. Semakin dangkal pusat gempa, semakin besar energi getaran yang sampai ke permukaan bumi. Inilah sebabnya gempa M 4,0 tetap terasa jelas oleh warga, berbeda dengan gempa dalam yang getarannya lebih teredam.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab. Warga diminta memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal dan segera melapor jika menemukan retakan atau kerusakan struktural. Informasi resmi hanya bersumber dari kanal komunikasi BMKG.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: regional.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top