KALIMANTAN TENGAH — Bencana akibat curah hujan tinggi itu merendam puluhan rumah. Warga masih sibuk menyelamatkan harta benda dan membersihkan sisa-sisa lumpur yang menempel di lantai. Kehadiran Caca mengubah suasana duka menjadi lebih hangat.
Caca bukan sekadar datang mewakili suaminya, Rahman Salehe, anggota DPRD Bolaang Mongondow Timur. Ia turun langsung ke titik terdampak, memastikan tidak ada warga yang terlewat. “Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak banjir,” ujarnya dengan nada lembut.
Bantuan yang dibawa meliputi kebutuhan pokok dan kasur untuk beristirahat. Namun, yang paling membekas bagi warga bukan barangnya. Cara Caca menyapa, menatap mata, dan mendengarkan cerita mereka membuat bantuan terasa lebih dari sekadar materi.
Bagi warga Solimandungan, kehadiran Caca menjadi bukti bahwa mereka tidak berjuang sendirian. “Ada perhatian yang menenangkan,” kata seorang warga. Uluran tangan seperti ini dinilai sebagai bentuk solidaritas yang masih tumbuh kuat di saat paling sulit.
Di tengah air yang perlahan surut, Caca meninggalkan sesuatu yang tidak ikut terbawa arus: harapan. Warga setempat mengapresiasi aksi sosial itu sebagai kehadiran seorang sahabat di tengah musibah. Mereka percaya, luka akan pulih jika ditopang bersama.