PALANGKARAYA — Kepergian Benson meninggalkan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi komunitas olahraga dayung nasional. Atlet yang di masa jayanya pernah menyumbangkan puluhan medali emas untuk daerah dan negara itu meninggal hanya 49 hari setelah sang istri tercinta berpulang.
Benson dikenal sebagai salah satu pendayung terbaik yang pernah dimiliki bangsa. Ia menorehkan tinta emas dengan meraih medali emas SEA Games 1985, tampil di Asian Games, hingga berlaga di ajang Olimpiade. Di tingkat nasional, namanya harum melalui berbagai gelar juara di Pekan Olahraga Nasional (PON).
Prestasi-prestasi itu menjadikannya figur legendaris yang seharusnya menjadi kebanggaan Kalimantan Tengah. Namun, di momen perpisahan terakhir, penghormatan dari pejabat daerah justru tak kunjung datang.
Fakta bahwa belum satupun pejabat melayat ke rumah duka menjadi sorotan. Padahal, dalam tradisi penghormatan atlet berprestasi, kehadiran pejabat publik kerap dianggap sebagai bentuk apresiasi negara atas jasa-jasa mereka. Hingga prosesi pemakaman selesai, rumah duka di Jakarta itu sepi dari kunjungan resmi perwakilan pemerintah daerah asal.
PutraindoNews melaporkan, almarhum meninggal di Jakarta pada 23 Mei. Ia dimakamkan dua hari kemudian, tepat pada Rabu (27/5/2026). Belum ada keterangan resmi dari pihak Pemprov Kalimantan Tengah atau KONI setempat mengenai absennya perwakilan dalam upacara pemakaman tersebut.
Kepergian Benson menjadi semakin pilu karena ia meninggal hanya 49 hari setelah sang istri. Keluarga yang ditinggalkan harus menghadapi duka berlapis dalam waktu yang berdekatan.
Publik pun mempertanyakan komitmen pemerintah daerah terhadap para pahlawan olahraganya. Sejumlah warganet di media sosial menyayangkan ketidakhadiran pejabat, mengingat Benson adalah aset bangsa yang telah mengharumkan nama daerah di level internasional.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengenai rencana penghormatan atau pemberian gelar anumerta bagi almarhum. Publik berharap ada langkah konkret dari pemda untuk mengakui jasa-jasa Benson, setidaknya melalui kunjungan ke pihak keluarga atau pemberian santunan.
Kisah Benson menjadi pengingat pahit bahwa di balik medali emas dan nama harum bangsa, ada atlet yang terkadang dilupakan saat masa keemasannya berakhir. Penghormatan terakhir adalah bentuk paling sederhana yang bisa diberikan negara kepada para pahlawannya.