KALIMANTAN TENGAH — Bertanding di Singapore Indoor Stadium, Jonatan sebenarnya tampil dominan di awal laga. Ia merebut gim pertama dengan skor telak 21-10. Namun, perlawanan Prannoy HS di dua gim selanjutnya membuat perlahan Jojo kehilangan kendali permainan.
Selepas pertandingan, Jonatan mengungkapkan penyebab kekalahannya. Ia mengaku sudah mencoba berbagai cara untuk keluar dari tekanan, terutama di gim ketiga.
"Bermain di Singapore Open memang selalu kondisinya sedikit ada menguntungkan dan tidak menguntungkan. Tadi sudah melakukan yang terbaik, sudah mencoba juga caranya di gim ketiga keluar dari tekanan," kata Jonatan dalam rilis resmi PBSI.
Ia menambahkan, "Ketika tertinggal 10-11 di interval, saya tahu itu pasti akan kerjanya lebih double lagi karena kondisi yang menang angin itu pasti akan lebih sulit."
Jonatan juga mengakui ada sedikit masalah mental di momen krusial. "Dari cara bermain tadi sudah benar pola mainnya, sempat unggul juga tapi sedikit kurang tenang," ujarnya.
Hasil ini membuat Indonesia hanya menyisakan satu wakil di sektor tunggal putra. Alwi Farhan berhasil melaju ke babak 16 besar usai menyingkirkan wakil Prancis, Toma Junior Popov, dengan skor 21-19 dan 21-14.
Dengan tersisihnya Jonatan, Alwi menjadi satu-satunya harapan Indonesia untuk berbicara lebih banyak di turnamen Super 750 ini.
Meski kecewa, Jonatan tak mau larut dalam kekalahan. Ia berjanji akan bangkit lebih baik di ajang Indonesia Open 2026 yang akan digelar pekan depan.
"Ini jadi bahan evaluasi untuk minggu depan di Indonesia Open. Pastinya saya harus balikin fokusnya, moodnya dan semangatnya juga," ujarnya menegaskan.