PALANGKA RAYA — Bupati Barito Utara, Salahuddin, menyatakan bahwa pembangunan di Kalimantan Tengah tetap berjalan meskipun pemerintah pusat menerapkan kebijakan efisiensi anggaran. Ia menyebut, hingga saat ini tidak ada hambatan berarti yang mengganggu realisasi proyek-proyek di daerah.
“Di tengah efisiensi, kita tetap berjuang dan dibantu oleh kabupaten bagaimana supaya Kalimantan Tengah tetap maju walaupun di tengah efisiensi,” ujar Salahuddin saat ditemui awak media di Halaman Kantor Gubernur Kalteng, Sabtu (23/5/2026).
Menurut Salahuddin, dukungan dari pemerintah kabupaten menjadi faktor krusial dalam menjaga momentum pembangunan. Ia menekankan bahwa efisiensi bukanlah alasan untuk memperlambat realisasi program yang sudah direncanakan.
“Terlihat bahwa pembangunan berjalan semestinya di tengah efisiensi,” tambahnya.
Pernyataan ini sekaligus menjawab kekhawatiran publik mengenai dampak pemotongan anggaran terhadap proyek infrastruktur dan layanan dasar di Kalimantan Tengah.
Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat memang memaksa setiap daerah untuk menyesuaikan belanja. Namun, Bupati Barito Utara memastikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya mencari celah agar pembangunan tidak tersendat.
“Di tengah tantangan fiskal, kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten menjadi kunci untuk menjaga laju pembangunan di Kalimantan Tengah,” tegasnya.
Ia menambahkan, seluruh pihak di daerah berkomitmen untuk tetap bergerak maju dan tidak menjadikan efisiensi sebagai hambatan.
Meski optimistis, pernyataan Bupati Barito Utara juga menyiratkan pentingnya sinergi berkelanjutan. Tanpa kerja sama yang solid antara pemkab dan pemprov, dikhawatirkan sektor-sektor prioritas seperti infrastruktur jalan, irigasi, dan pendidikan bisa terdampak.
Hingga saat ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah belum merilis data detail mengenai besaran pemotongan anggaran yang dialami. Namun, pernyataan dari Bupati Barito Utara setidaknya memberikan sinyal positif bahwa pembangunan di daerah tidak berhenti total.