KALIMANTAN TENGAH — Bagi warga New York sejati, mencari pizza slice yang sempurna adalah semacam misi hidup. Pengalaman pahit dengan gerai waralaba seperti Sbarro—yang pernah disebutnya bukan pizza—membuat jurnalis teknologi senior ini mengandalkan AI untuk menuntun langkahnya. Ia menggunakan fitur “Ask Maps” di Google Maps yang kini ditenagai Gemini, chatbot buatan Google.
Permintaan verbal sederhana—“cari tempat pizza terbaik di NYC”—langsung memicu Gemini untuk menyusun daftar restoran. Yang menarik, AI tidak sekadar menampilkan daftar biasa. Gemini mengelompokkan rekomendasi ke dalam kategori spesifik: “Modern Champions” (pizza terbaik di kota dan dunia), “Historical Icons” (tempat legendaris yang menjadi fondasi budaya pizza NYC), dan “Classic Favorites” (langganan wajib setiap warga New York).
Dari daftar itu, Joe’s Pizza menonjol. Deskripsi Gemini menyebut tempat ini sebagai “standar emas untuk pizza klasik New York.” Restoran ini terkenal karena cameo di film Spider-Man 2, foto selebritas yang memenuhi dinding, serta slice tipis yang pas dengan rasio keju dan saus yang ideal. Bonusnya: buka hingga pukul 3 pagi.
Kebetulan, Joe’s Pizza hanya berjarak satu blok dari kantornya di Times Square. Pada Kamis yang dingin dan hujan, jurnalis itu meninggalkan meja kerja dan bergabung dengan antrean panjang—campuran warga lokal dan turis. Setelah menunggu 30 menit, ia membawa pulang dua slice dengan ekspektasi tinggi.
“Sebagai seseorang yang sangat kritis terhadap pizza, saya memberikan nilai tinggi untuk Joe’s Pizza,” tulisnya dalam laporan yang dirilis pekan ini. Gambaran Gemini tentang kualitas rasa dan suasana restoran dinilainya akurat. Dua slice yang dimakan membuat antrean panjang di tengah hujan terbayar lunas.
Pengalaman ini mengubah pandangannya terhadap Gemini di Google Maps. Sebelumnya, ia hanya menggunakan fitur itu untuk navigasi hands-free saat menyetir, info lalu lintas, atau identifikasi tempat. Kini, fitur chat tersebut menjadi teman setia untuk memutuskan tempat makan berikutnya.
“Meminta Gemini menunjukkan restoran pizza bintang 4-5 adalah salah satu cara terbaik menggunakan chatbot Google di aplikasi Maps,” ujarnya. Ia mengaku akan lebih percaya pada rekomendasi pizza dari Gemini selanjutnya, termasuk rencana mampir ke Una Pizza Napoletana—rekomendasi lain yang muncul dari daftar tersebut.
Yang menarik, Gemini secara otomatis mengecualikan jaringan pizza besar seperti Pizza Hut dari daftar rekomendasinya. Ini menjadi nilai tambah di tengah kekhawatiran bahwa AI kerap memberikan dampak negatif pada merek restoran populer.
Meski cerita ini berlatar New York, pengalaman tersebut relevan bagi pengguna Google Maps di Indonesia. Fitur Gemini yang tertanam di Maps sudah mulai bisa diakses secara bertahap di berbagai negara, termasuk kemungkinan besar di Asia Tenggara. Bagi pencinta kuliner Tanah Air, fitur serupa bisa menjadi alternatif untuk menemukan warung soto legendaris atau tempat nasi padang favorit—tanpa harus bergantung pada ulasan yang kadang bias.
Laporan ini menegaskan satu hal: ketika AI diberi data lokal yang kaya dan dikombinasikan dengan konteks budaya, hasilnya bisa melampaui ekspektasi—bahkan untuk urusan yang paling subjektif seperti rasa pizza.