Peringati HUT ke-69 Kalteng, Pemkab Barito Utara Gelar Upacara Khidmat di Muara Teweh, Gubernur Ajak Generasi Muda Berani Bermimpi

Penulis: Rendi Kusuma  •  Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:13:16 WIB
Upacara khidmat peringatan HUT ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah di halaman Kantor Bupati Barito Utara.

MUARA TEWEH — Ratusan aparatur sipil negara (ASN), anggota Forkopimda, tokoh adat, dan pelajar memadati halaman Kantor Bupati Barito Utara, Sabtu pagi. Mereka mengikuti upacara peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah yang berlangsung khidmat sejak pukul 08.00 WIB.

Sebelum upacara dimulai, panitia membacakan sejarah singkat berdirinya Provinsi Kalimantan Tengah. Pembacaan itu menjadi pengingat akan jasa para tokoh pendiri dan pejuang daerah yang telah meletakkan fondasi bagi provinsi kelima di Pulau Kalimantan tersebut.

Pesan Gubernur: Isen Mulang Jadi Kekuatan Utama

Sekda Barito Utara, Drs. Muhlis, yang bertindak sebagai inspektur upacara, membacakan pidato tertulis Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran. Dalam pidatonya, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menundukkan kepala memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para pendahulu.

“Di hari yang bersejarah ini, kita juga menundukkan kepala untuk memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada para pendahulu, tokoh pendiri, pemimpin terdahulu, tokoh adat, dan para pejuang yang telah berjasa besar meletakkan fondasi Kalimantan Tengah yang kuat,” ujar Gubernur dalam pidato yang dibacakan Sekda Muhlis.

Gubernur menegaskan, perjalanan 69 tahun Kalteng merupakan rentang waktu panjang yang penuh perjuangan dan harapan. Semangat Isen Mulang—filosofi pantang menyerah khas Dayak—disebut menjadi kekuatan utama masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan dan perubahan zaman.

Pesan Khusus untuk Generasi Muda: Jangan Takut Bermimpi Besar

Dalam kesempatan itu, Gubernur menyampaikan amanat khusus kepada generasi muda Kalimantan Tengah. Ia mendorong mereka untuk terus berani bermimpi besar, bekerja keras, dan berinovasi demi masa depan daerah yang lebih maju dan berdaya saing.

“Jangan pernah merasa kalah karena berasal dari daerah. Jangan pernah merasa tertinggal karena jarak. Dunia hari ini hanya akan dimenangkan oleh mereka yang punya ide, karakter, dan kemauan terus belajar,” pesan Gubernur.

Pesan ini dinilai relevan mengingat bonus demografi yang tengah dihadapi Kalteng. Generasi muda disebut sebagai ujung tombak estafet pembangunan ke depan.

Filosofi Huma Betang dan Optimisme Gotong Royong

Gubernur juga kembali menekankan filosofi Huma Betang sebagai simbol persatuan dan kebersamaan masyarakat Kalteng. Filosofi rumah betang yang panjang dan dihuni banyak keluarga ini dianggap relevan untuk menjaga budaya, lingkungan, dan masa depan generasi penerus.

“Setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya. Hari ini amanah itu ada di tangan kita. Tugas kita bukan sekadar melanjutkan estafet pembangunan, tetapi memastikan Kalimantan Tengah terus bergerak maju,” lanjut Gubernur.

Di akhir pidatonya, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga optimisme dan semangat gotong royong. “Ketika masa kita tiba, tugas kita adalah meninggalkan warisan yang lebih baik bagi generasi setelah kita,” demikian kutipan penutup pidato Gubernur Kalimantan Tengah.

Upacara peringatan ini diikuti oleh unsur Forkopimda, DPRD, kepala perangkat daerah, ASN, PPPK, tokoh masyarakat, tokoh adat, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: kaltengsatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top