KAPUAS — Peristiwa nahas itu pertama kali diketahui warga sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka melihat sesosok tubuh mengapung tak bergerak di permukaan sungai, tepat di kawasan Palingkau Lama. Temuan itu langsung dilaporkan ke aparat setempat.
Korban diketahui tidak kembali ke rumah setelah pergi melaut atau menggunakan perahu sendirian pada Jumat dini hari. Keluarga yang mulai curiga lantas melapor ke pihak desa dan kepolisian. Tim SAR gabungan kemudian diterjunkan untuk melakukan pencarian.
Namun, sebelum proses penyisiran meluas, warga yang melintas di sekitar lokasi sudah lebih dulu menemukan jasad korban. Jarak antara titik awal perahu ditambatkan dengan lokasi penemuan mencapai tiga kilometer ke arah hilir.
Petugas dari Polsek Kapuas Murung bersama tim medis tiba di lokasi tidak lama setelah laporan warga. Jasad korban kemudian dievakuasi ke darat menggunakan perahu karet milik warga. Tim medis yang berada di lokasi melakukan pemeriksaan awal untuk kepentingan identifikasi.
Belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian mengenai dugaan penyebab kematian. Namun, kondisi korban yang ditemukan mengapung dengan jarak cukup jauh dari perahunya memunculkan dugaan awal kecelakaan di air.
Pihak keluarga yang telah datang ke lokasi langsung membawa jasad korban untuk dimakamkan. Kapolsek Kapuas Murung melalui keterangan terpisah menyebutkan bahwa proses penyelidikan masih berjalan. Mereka akan memeriksa sejumlah saksi dan meminta keterangan keluarga untuk memastikan kronologi pasti kejadian.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat yang beraktivitas di perairan, terutama saat kondisi gelap atau cuaca buruk. Pihak kepolisian setempat mengimbau warga untuk selalu menggunakan alat keselamatan seperti pelampung saat melaut atau bepergian menggunakan perahu.