KALIMANTAN TENGAH — Kebakaran pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang terbangun dari tidur setelah mendengar suara teriakan. Salah seorang saksi, Bendrio, menuturkan saat keluar rumah, api sudah membesar di bagian bangunan kafe. "Saya mendengar suara teriakan lalu terbangun dari tidur. Saat keluar rumah api sudah membesar di bagian bangunan kafe," ujarnya kepada petugas di lokasi.
Selama proses pemadaman berlangsung, warga dan petugas mendengar bunyi letupan dari dalam bangunan. Tercium pula bau gas LPG yang menyengat. Diduga, tabung gas yang berada di dalam kafe ikut meledak setelah tersambar api, mempercepat perambatan kobaran ke seluruh ruangan.
Tim gabungan pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung mengerahkan sejumlah armada damkar. Petugas bersama relawan berjibaku menjinakkan api agar tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi yang padat permukiman. Setelah hampir satu jam bertempur melawan si jago merah, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan.
Seorang relawan damkar dilaporkan pingsan akibat kelelahan di tengah proses pemadaman. Ia langsung dievakuasi menggunakan ambulans ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga berita ini diturunkan, kondisi relawan tersebut belum diketahui lebih lanjut.
Akibat peristiwa ini, pemilik kafe diperkirakan mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Seluruh barang di dalam bangunan, mulai dari peralatan dapur, meja, kursi, hingga persediaan bahan baku, ludes dilalap api.
Petugas Polresta Palangka Raya telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran. Hingga kini, belum ada kesimpulan resmi apakah kebakaran murni akibat korsleting listrik, ledakan tabung gas, atau faktor lain. Polisi masih mendalami keterangan saksi dan mengumpulkan barang bukti di tempat kejadian perkara.