Kementerian Sosial memastikan penyaluran bantuan sosial reguler tahun 2026 tetap memprioritaskan keluarga miskin yang tercatat dalam peringkat desil bawah Data Terpadu Kesejahteraan Sosial. Masyarakat kategori Desil 1 hingga 4 menjadi kelompok utama penerima manfaat Program Keluarga Harapan dan bantuan sembako. Kepastian status kepesertaan dapat diakses secara mandiri melalui portal resmi cekbansos.kemensos.go.id.
Pemerintah terus memperkuat akurasi data kemiskinan guna memastikan bantuan sosial (bansos) tepat sasaran pada tahun anggaran 2026. Melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Kementerian Sosial (Kemensos) mengelompokkan tingkat kesejahteraan rumah tangga ke dalam persentil atau desil. Pengelompokan ini menjadi indikator utama untuk menentukan jenis bantuan yang layak diterima oleh setiap keluarga.
Sistem desil membagi populasi rumah tangga ke dalam sepuluh kelompok kesejahteraan, mulai dari 10 persen terendah hingga 10 persen tertinggi. Dalam konteks bansos 2026, fokus utama pemerintah tertuju pada kelompok Desil 1 hingga Desil 4. Pembagian ini bertujuan agar alokasi anggaran negara benar-benar menyentuh kelompok yang paling membutuhkan intervensi ekonomi.
Desil 1 merupakan kelompok rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah atau masuk kategori sangat miskin. Sementara itu, Desil 2 mencakup kelompok miskin, Desil 3 kelompok hampir miskin, dan Desil 4 masuk dalam kategori rentan miskin. Masyarakat yang berada di luar empat kategori ini umumnya dianggap sudah cukup mandiri secara ekonomi dan tidak lagi menjadi prioritas bantuan reguler.
Berdasarkan skema perlindungan sosial yang berjalan, terdapat dua bantuan utama yang disalurkan bagi masyarakat dalam daftar desil rendah:
Kemensos menyediakan akses transparansi data agar masyarakat bisa memantau status bantuan mereka secara real-time. Proses pengecekan hanya membutuhkan data NIK yang tertera pada KTP elektronik dan koneksi internet stabil. Berikut langkah-langkah resminya:
Jika terdaftar, sistem akan menampilkan nama penerima, jenis bansos yang didapat, serta status periode penyaluran terbaru. Sebaliknya, jika data tidak ditemukan, berarti NIK tersebut belum masuk dalam daftar penerima manfaat aktif untuk periode 2026.
Masyarakat yang merasa layak menerima bantuan namun belum terdaftar di DTKS dapat mengajukan usulan secara mandiri. Proses ini bisa dilakukan melalui aplikasi "Cek Bansos" milik Kemensos dengan fitur "Daftar Usulan". Selain itu, warga dapat melapor ke perangkat desa atau kelurahan setempat untuk dilakukan verifikasi melalui Musyawarah Desa (Musdes).
Kementerian Sosial menegaskan bahwa seluruh proses pengecekan dan pendaftaran bansos tidak dipungut biaya sepeser pun. Masyarakat diminta waspada terhadap situs palsu atau oknum yang menjanjikan pencairan bantuan dengan imbalan tertentu. Informasi resmi hanya bersumber dari kanal komunikasi pemerintah dan pendamping sosial di wilayah masing-masing.
Apakah masuk Desil 1 otomatis langsung dapat uang bansos?
Tidak selalu. Masuk dalam DTKS atau desil rendah adalah syarat dasar, namun kepastian menerima bantuan tetap bergantung pada kuota nasional dan pemenuhan kriteria spesifik setiap program bantuan yang ditetapkan pemerintah.
Mengapa status bansos saya berubah dari "Penerima" menjadi "Tidak Terdaftar"?
Hal ini biasanya terjadi karena proses pemutakhiran data (updating). Pemerintah melakukan verifikasi berkala untuk menghapus penerima yang sudah dianggap mampu, meninggal dunia, atau memiliki data kependudukan yang tidak padan dengan sistem Dukcapil.