KALIMANTAN TENGAH — Arsip berukuran sekitar 192 GB berisi data pengembangan lama Rockstar Games kembali beredar dan mengungkap sejumlah proyek yang tidak pernah dirilis, termasuk ekspansi Liberty City untuk GTA 5. Data ini bukan hasil peretasan baru, melainkan sisa dari serangan cyber yang terjadi pada 2022. File tambahan tersebut sempat berpindah tangan secara terbatas sebelum akhirnya tersebar lebih luas pada September 2026.
Laporan Insider Gaming yang mengutip sumber yang memahami peredaran arsip menyebutkan bahwa kebocoran awal pada 2022 hanya memunculkan sekitar 90 video pengembangan GTA 6. Kini, material yang jauh lebih besar ikut terkuak dan memperlihatkan betapa banyak proyek Rockstar yang pernah digarap lalu ditinggalkan.
Temuan paling menonjol berasal dari proyek Liberty City yang pernah direncanakan sebagai tambahan untuk GTA 5. Data tersebut dimasukkan ke CodeWalker, tool komunitas untuk membaca dan mengedit peta GTA 5, dan menghasilkan gambaran area yang disebut jauh lebih luas dibandingkan Liberty City di GTA IV.
Arsip itu juga memuat data pengujian terrain dan berbagai data terkait lainnya. Keberadaan aset ini hanya menunjukkan bahwa proyek tersebut memang pernah dikembangkan dan tampaknya dibatalkan di tengah jalan, bukan berarti konten ekspansinya sudah mendekati tahap rilis.
Arsip yang sama membuka lebih banyak detail mengenai Agent Trevor, DLC single player GTA 5 yang akhirnya tidak pernah dirilis. Data miner menemukan nama-nama misi serta aset seperti lokasi pesawat luar angkasa, pakaian luar angkasa, mansion dengan area bawah tanah besar, hingga berbagai skenario yang melibatkan Trevor.
Salah satu dialog yang ditemukan bahkan menunjukkan bahwa Rockstar pernah mempertimbangkan akhir cerita alternatif untuk GTA 5. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa studio tersebut sempat mengeksplorasi arah naratif yang berbeda sebelum memutuskan untuk menghentikan pengembangannya.
Bagian yang berkaitan dengan GTA 6 justru harus dibaca lebih cermat. Sejumlah aset awal peta dan model dengan kualitas rendah dilaporkan ikut ditemukan, termasuk material yang menyerupai area Vice City dan wilayah Leonida yang terlihat dalam materi resmi.
Data tersebut tampaknya berasal dari tahap pengembangan awal dan disebut kemungkinan hanya berupa aset LOD. Karena itu, material ini tidak bisa dipakai untuk menggambarkan bentuk final dunia GTA 6.
Poin penting yang perlu digarisbawahi adalah data ini bukan bukti adanya peretasan baru terhadap Rockstar Games. Arsip tersebut merupakan sisa dari serangan cyber pada 2022 yang sebelumnya membocorkan sekitar 90 video pengembangan GTA 6.
File tambahan kabarnya sempat beredar secara terbatas sebelum akhirnya tersebar lebih luas pada September 2026. Artinya, insiden yang kembali mencuat sekarang adalah kelanjutan dari kebocoran lama, bukan serangan yang baru terjadi.
Bagi pengguna dan komunitas gamer, temuan ini lebih berfungsi sebagai jendela ke masa pengembangan Rockstar daripada gambaran produk yang akan datang. Aset yang beredar berasal dari tahap awal dan proyek yang dibatalkan, sehingga tidak bisa dijadikan patokan untuk mengharapkan konten tertentu di GTA 6 maupun pembaruan GTA 5.