DPRD Kotawaringin Timur menyoroti pemadaman listrik bergilir yang kembali dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, padahal PLN Cabang Sampit sebelumnya menjamin kondisi kelistrikan akan normal hingga minggu kedua Agustus. Ketua DPRD Kotim Rimbun menyatakan pihaknya belum menerima informasi terbaru dari PLN terkait gangguan pasokan listrik tersebut. DPRD akan mendorong koordinasi ulang agar penyebab pemadaman bergilir bisa segera dipastikan.
SAMPIT — DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menyoroti pemadaman listrik bergilir yang kembali terjadi di sejumlah wilayah. Keluhan itu muncul setelah PLN Cabang Sampit sebelumnya menyampaikan kondisi kelistrikan akan kembali normal hingga memasuki minggu kedua Agustus.
Ketua DPRD Kotim Rimbun mengatakan pihaknya telah mengundang dan berkoordinasi dengan PLN Cabang Sampit beberapa minggu sebelumnya untuk membahas keluhan masyarakat terkait listrik yang menyala secara bergantian.
"Beberapa minggu yang lalu terkait dengan menyala bergantian atau pemadaman bergilir, kami dari DPRD sudah mengundang dan juga sudah berkoordinasi dengan pihak PLN, terutama PLN Cabang Sampit atau Kabupaten Kotim," kata Rimbun di Sampit, Sabtu.
Dalam koordinasi tersebut, PLN menyampaikan pemadaman listrik secara bergilir tidak akan kembali terjadi hingga memasuki minggu kedua Agustus. Pernyataan itu sempat memberikan kepastian kepada warga yang sebelumnya terdampak pemadaman.
Namun, DPRD kembali menerima informasi mengenai adanya wilayah yang mengalami kondisi listrik menyala secara bergantian. Situasi itu dinilai perlu mendapat penjelasan dari PLN agar masyarakat mengetahui penyebab gangguan pasokan listrik.
Rimbun menegaskan hingga kini DPRD Kotim belum kembali memperoleh informasi terbaru dari PLN terkait kondisi tersebut.
Politisi PDIP itu menekankan ketersediaan listrik yang stabil merupakan kebutuhan penting untuk menunjang aktivitas masyarakat. Gangguan pasokan listrik tidak hanya berdampak terhadap rumah tangga, tetapi juga menghambat kegiatan usaha, perkantoran, hingga pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Rimbun, pemadaman bergilir yang kembali terjadi perlu segera dipastikan penyebabnya. Hal itu penting agar masyarakat tidak terus menghadapi ketidakpastian mengenai waktu listrik padam maupun kembali menyala.
"Memang kita belum ada komunikasi dan koordinasi lagi terkait dengan informasi menyala bergantian ini. Jangan sampai ini terulang lagi penderitaan masyarakat yang ada di Kabupaten Kotim," ujarnya.
DPRD Kotim berharap kondisi tersebut hanya bersifat sementara dan tidak berlangsung berlarut-larut. PLN juga diharapkan segera memastikan pasokan listrik di wilayah Kotim dapat kembali berjalan normal.
"Mudah-mudahan hanya kemarin saja menyalanya bergantian, tapi mulai hari ini tidak ada lagi menyala bergantian itu," harap Rimbun.
Rimbun menambahkan DPRD Kotim siap kembali berkoordinasi dengan PLN apabila pemadaman bergilir masih terjadi di sejumlah wilayah. Langkah itu diperlukan untuk memperoleh informasi yang jelas sekaligus memastikan pelayanan kelistrikan kepada masyarakat berjalan sebagaimana mestinya.