KALIMANTAN TENGAH — Permintaan maaf itu disampaikan Erick saat mendampingi John Herdman dalam sesi perkenalan kepada wartawan di Jakarta, Senin (15/9/2026). Pelatih asal Inggris tersebut resmi diperkenalkan sebagai nakhoda baru Timnas Indonesia pada Januari 2026, menggantikan posisi yang ditinggalkan pendahulunya.
Erick mengakui target yang ia pasang ke Herdman terbilang ambisius. Ia pun membuka suara soal alasan di baliknya.
"Mohon maaf kalau PSSI, Ketua Umumnya hari ini ambisius. Bukan karena... ya itu mimpi kita semua, begitu. Dan kami harus coba (memasang) target sebaik-baiknya," kata Erick Thohir kepada wartawan.
Ambisi PSSI sebenarnya bukan hal baru. Dalam dokumen blueprint bertajuk Garuda Mendunia yang diserahkan ke FIFA pasca Tragedi Kanjuruhan 2022, tercantum target Indonesia lolos ke Piala Dunia 2038.
Namun perjalanan Timnas Indonesia membuat target itu terasa kian dekat. Garuda sempat tampil menjanjikan dan melaju hingga Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026. Euforia suporter memuncak — setiap laga kandang hampir selalu penuh penonton.
Meski akhirnya gagal, Piala Dunia kini selalu jadi target yang dipasang ke setiap pelatih yang ditawari menangani Timnas Indonesia. Herdman pun menerima beban serupa.
"Kita ingin lolos Piala Dunia tahun 2038 kalau tidak salah, cuman kemarin kita lihat ada momentum, kita percepat kebangkitan bola kita," tutur Erick.
Alih-alih keberatan, Herdman menyebut target tinggi itu justru jadi daya tarik. Pelatih berusia 51 tahun tersebut mengaku sengaja "dijual mimpi" oleh Erick.
"Itu tipikal Pak Erick. Pak Erick membawa saya ke sini karena dia menjual mimpi kepada saya untuk lolos ke Piala Dunia 2030," ucap John Herdman.
Herdman juga membeberkan target antara yang harus ia penuhi lebih dulu: finis di delapan besar AFC pada 2027 dan memenangkan trofi pertama untuk Timnas Indonesia.
"Anda tentu ingin mengikuti orang seperti itu. Anda ingin menjadi bagian dari sejarah yang sedang ditulis di negara ini," katanya.
Herdman menyebut dirinya punya waktu sekitar 10 hari untuk memulai perjalanan menuju trofi pertama. Ajang FIFA ASEAN Cup menjadi kesempatan awal bagi eks pelatih Timnas Kanada itu untuk membuktikan diri.
Selain FIFA ASEAN Cup, Piala AFF juga masuk dalam radar. Dua turnamen regional itu bakal jadi tolok ukur apakah ambisi besar PSSI berjalan searah dengan hasil di lapangan.
Bagi Erick, target setinggi apa pun tetap harus dibarengi proses harian yang terjaga. Ia menegaskan mimpi besar adalah keharusan, tetapi konsistensi di setiap sesi latihan yang menentukan tercapai atau tidaknya.