Trump Buka Pintu Pabrik Mobil China di AS, Asalkan Pakai Pekerja Lokal

Penulis: Rendi Kusuma  •  Selasa, 15 September 2026 | 14:21:31 WIB
Presiden AS Donald Trump berbicara dalam wawancara dengan Fox News mengenai rencana pabrik mobil China di AS.

KALIMANTAN TENGAH — Pernyataan itu disampaikan Trump dalam wawancara di program Fox News "The Ingraham Angle" Jumat (11/9). Ia menegaskan tidak mempermasalahkan kehadiran pabrik China di AS selama memberi lapangan kerja bagi warga Amerika.

"Jika China ingin masuk dan membuka pabrik untuk membangun mobil mereka di AS, saya oke saja dengan itu," kata Trump. Ia menambahkan tidak ingin pabrikan China membangun mobil di Meksiko lalu mengirimnya ke AS.

Beda dengan Aturan Era Biden

Regulasi era pemerintahan Joe Biden yang berlaku awal 2025 melarang seluruh pabrikan China menjual atau membangun kendaraan penumpang di AS. Washington juga masih memberlakukan tarif lebih dari 100 persen untuk kendaraan listrik asal China.

Trump menyinggung Jepang sebagai pembanding. Menurutnya, Jepang membangun pabrik di AS dan mempekerjakan orang-orang Amerika. Ia juga menegaskan tidak sedang menjelekkan mobil China.

Pabrikan AS Desak Trump Menolak

Pabrikan mobil AS telah mendesak Trump agar tidak memberi pabrikan China akses ke pasar domestik. Trump dijadwalkan bertemu Presiden China Xi Jinping di Washington dua pekan lagi.

Senator AS dari Michigan, Elissa Slotkin, pada Rabu (9/9) menyebut ada rumor Trump berencana mengizinkan mobil China dijual di AS sebagai bagian kesepakatan lebih besar. Politikus Partai Demokrat itu menilai langkah tersebut akan jadi "kesalahan strategis."

Trump membalas tudingan Slotkin sebagai "rumor bohong belaka." Ia mengaku telah menjaga kendaraan China tetap di luar AS selama ini.

Industri Minta Larangan Permanen

Kelompok yang mewakili hampir seluruh pabrikan mobil besar mendesak Kongres AS segera meloloskan undang-undang yang melarang kendaraan China dari pasar AS secara permanen. Desakan itu disampaikan pekan lalu.

Kelompok bernama Alliance for Automotive Innovation mewakili General Motors, Ford, Toyota, Volkswagen, Hyundai, Honda, Stellantis, dan sejumlah pabrikan lain. Mereka meminta rancangan undang-undang itu disahkan sebelum akhir Desember.

CEO kelompok tersebut, John Bozzella, dalam surat ke pimpinan Kongres menyebut pabrikan China "tengah melakukan dumping kendaraan bersubsidi berperangkat lunak dan keras yang saling terhubung ke seluruh dunia."

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top