KALIMANTAN TENGAH — Porsche memperkenalkan Cayenne Turbo Electric sebagai line-up tahun 2026 setelah debutnya akhir 2025. Model ini merupakan evolusi dari Cayenne bermesin bensin generasi ketiga, tapi dibangun ulang dengan arsitektur listrik 800 volt. Pemasaran sudah berjalan di Amerika Serikat sepanjang 2026.
Konfigurasi penggeraknya memakai dua motor permanent-magnet. Unit depan menyumbang sekitar 362 hp, sementara unit belakang jauh lebih galak dengan 805 hp. Saat launch control aktif, total tenaga gabungan menembus 1.139 hp atau setara 850 kW.
Torsi puncaknya 1.106 lb-ft atau sekitar 1.500 Nm. Porsche mengklaim akselerasi 0-100 km/jam hanya 2,4 detik, quarter-mile sekitar 9,9 detik, dan top speed 162 mph atau kurang lebih 260 km/jam.
Baterai lithium-ion berpendingin cairan berkapasitas bersih 108 kWh. Jarak tempuh EPA tercatat sekitar 298 mil untuk varian Turbo standar, naik ke 303 mil jika memakai ban lebih efisien.
Sistem regenerative braking menyerap energi pengereman hingga 600 kW dan menangani sekitar 97 persen momen pengereman harian. Efeknya, rem cakram konvensional jarang bekerja dan pengalaman berkendara satu pedal terasa lebih natural dibanding kebanyakan EV.
Pengisian DC cepat diklaim hingga 400 kW, cukup mengisi baterai dari 10 ke 80 persen dalam 16 menit kondisi ideal. Dalam pengujian dunia nyata, rata-rata kecepatan pengisian 10 ke 90 persen sekitar 239 kW dengan waktu kurang lebih 24 menit.
Porsche juga menyertakan Porsche Wireless Charging, pelat induksi berdaya hingga 11 kW dengan efisiensi sekitar 90 persen. Sistem ini dirancang untuk pengisian di garasi rumah tanpa perlu colok kabel.
Dimensi bodi dibuat lebih panjang dan aerodinamis demi efisiensi listrik. Wheelbase bertambah 5,1 inci, memberi ruang kaki lebih lega di kursi belakang. Koefisien hambatan udara mulai 0,25 untuk SUV reguler hingga 0,23 untuk versi Coupe.
Varian Turbo mendapat flap pendingin aktif, spoiler belakang adaptif, dan Active Aeroblades berupa panel vertikal yang memanjang dari bumper belakang untuk merapikan aliran udara. Ground clearance mencapai 9,6 inci saat mode Off-Road aktif, dengan kemampuan towing hingga 3.500 kg.
Instrument cluster digital berukuran 14,25 inci dipadukan layar sentuh tengah melengkung. Tersedia opsi layar penumpang 14,9 inci dan head-up display berteknologi augmented reality.
Fitur pendukung lain mencakup suspensi Active Ride, rear-axle steering, dan sistem audio premium Burmester. Kombinasi ini menempatkan Cayenne Turbo Electric sebagai SUV listrik paling mewah yang pernah dibuat Porsche.
Porsche mematok harga mulai 165.350 dolar AS atau setara lebih dari Rp 2,6 miliar untuk pasar Amerika Serikat, sudah termasuk biaya pengiriman. Unit yang diuji media sudah ditambah paket premium lengkap.
Dengan Active Ride, Burmester audio, AR HUD, dan rear-axle steering, harganya bisa menembus 195.000 hingga 200.000 dolar AS atau sekitar Rp 3,1 miliar. Angka ini menempatkan Cayenne Turbo Electric di segmen SUV listrik performa tinggi yang bersaing langsung dengan hypercar bensin dari sisi akselerasi.