NANGA BULIK — Kualitas sumber daya manusia, menurut Norol, harus mulai dibangun sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi yang baik bagi ibu hamil dan balita. Hal ini mendasari penyaluran bantuan Pakan Natura yang merupakan bagian dari Gerakan NATURA Peduli Stunting di Kabupaten Lamandau.
Bantuan Pakan dan APE untuk Dua Desa
Bantuan tersebut disalurkan di Desa Rimba Jaya dan Desa Batu Hambawang, Kecamatan Sematu Jaya. Selain pakan natura, kader posyandu juga menyerahkan alat permainan edukatif (APE) yang diharapkan menjadi sarana belajar menyenangkan bagi anak usia dini.
Norol menekankan agar pakan natura dikonsumsi sesuai anjuran tenaga kesehatan. Sementara itu, APE dapat dimanfaatkan untuk mendukung perkembangan motorik, kreativitas, dan kemampuan belajar anak.
Fungsi Posyandu Lebih dari Sekadar Cegah Stunting
"Tidak hanya dalam upaya pencegahan stunting, tetapi juga pelaksanaan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang menjadi bagian dari fungsi Posyandu sebagai pusat layanan masyarakat," kata Norol di Nanga Bulik.
Enam SPM tersebut mencakup layanan dasar kesehatan ibu dan anak, gizi, imunisasi, serta pengembangan anak usia dini. Kader posyandu menjadi garda terdepan dalam memastikan setiap layanan berjalan optimal di tingkat desa.
Tinjau Calon Penerima Bantuan Rumah Tidak Layak Huni
Di sela kegiatan, Norol Latifah juga meninjau calon penerima bantuan Program Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Program RTLH merupakan salah satu upaya Pemkab Lamandau dalam meningkatkan kualitas hidup warga, sejalan dengan upaya penurunan angka kemiskinan dan perbaikan lingkungan permukiman.