PALANGKA RAYA — Gubernur Kalimantan Tengah melalui Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Kalteng, Dr. H. Rus’ansyah, M.Pd., menyampaikan harapan agar organisasi ini mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan integritas. “Saya berharap amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan integritas demi kemajuan pendidikan Islam di Bumi Tambun Bungai,” ujarnya dalam sambutan.
Fokus pada Sertifikasi dan Kompetensi Pengelola
Ketua DPW Permapendis Kalteng yang baru, Dr. Ahmadi, S.Ag., M.Si., menegaskan salah satu tantangan utama yang masih dihadapi adalah banyaknya pengelola pendidikan Islam di daerah yang belum memiliki sertifikasi kompetensi. “Ke depan kami akan merangkul para manajer pendidikan Islam di seluruh Kalimantan Tengah agar memiliki kemampuan yang profesional dan bersertifikat. Itu menjadi fokus utama kami,” tegasnya.
Menurut Ahmadi, pihaknya akan menjalankan berbagai program kerja yang telah ditetapkan oleh pengurus pusat, terutama dalam pembinaan, pengembangan kompetensi, dan uji kompetensi. Permapendis sendiri telah memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) bidang Manajemen Pendidikan Islam yang mendapatkan lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Delapan DPW Sudah Terbentuk di Seluruh Indonesia
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Permapendis Indonesia, Prof. Dr. H. Badrudin, M.Ag., menyebutkan pembentukan DPW Kalteng merupakan bagian dari penguatan struktur organisasi di tingkat daerah. Hingga saat ini, Permapendis Indonesia telah memiliki delapan DPW yang tersebar di sejumlah provinsi. “DPW Permapendis menjadi kelengkapan organisasi sekaligus perwakilan pengurus pusat dalam menjalankan program-program Permapendis Indonesia di daerah,” jelasnya.
Dalam waktu dekat, DPP Permapendis akan meluncurkan program penguatan mutu pengelola lembaga pendidikan melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Manajemen Pendidikan Indonesia. Program ini dirancang untuk memperluas akses sertifikasi bagi para pengelola pendidikan Islam di daerah.
Pendidikan Islam Dituntut Adaptif dengan Perkembangan Zaman
Rus’ansyah menambahkan, di tengah perkembangan teknologi dan tantangan global yang semakin kompleks, pengelolaan pendidikan Islam dituntut untuk terus beradaptasi dan berinovasi. Pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga berperan penting dalam membentuk karakter, moralitas, serta wawasan kebangsaan generasi penerus.
“Permapendis memiliki peran strategis sebagai wadah para manajer pendidikan untuk bertukar gagasan, meningkatkan kompetensi, serta merumuskan berbagai kebijakan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman,” katanya. Pemprov Kalteng menyambut baik kehadiran DPW Permapendis dan berharap organisasi ini mampu menjadi mitra pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan Islam yang moderat dan berkemajuan.