KALIMANTAN TENGAH — Kementerian Transportasi Amerika Serikat memfinalisasi standar efisiensi bahan bakar yang jauh lebih rendah hingga 2031, turun ke rata-rata 34,5 mil per galon atau setara 14,7 km per liter. Angka itu jauh di bawah target era Joe Biden yang menetapkan 50,4 mil per galon atau 21,4 km per liter. Kebijakan baru ini diproyeksikan memangkas harga kendaraan baru sekitar US$930 atau Rp16,7 juta per unit, tetapi menambah konsumsi BBM ratusan miliar liter hingga 2050.
Presiden Donald Trump menyatakan telah menyetujui standar efisiensi BBM baru untuk mobil dan truk. Menurut Trump, aturan ini akan menurunkan harga kendaraan baru di pasar Amerika Serikat. Finalisasi aturan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin (28/9) waktu setempat, berdasarkan informasi sejumlah pejabat AS yang dikutip Reuters.
Menteri Transportasi AS Sean Duffy menyebut kebijakan ini sebagai kemenangan bagi pekerja otomotif Amerika. "Kemenangan besar bagi pekerja otomotif Amerika akan datang Senin," kata Duffy, dikutip Reuters, Sabtu (26/9).
Kementerian Transportasi memperkirakan standar anyar ini memangkas rata-rata harga kendaraan baru sebesar US$930 atau sekitar Rp16,7 juta per unit dengan kurs Rp17.917. Namun estimasi internal kementerian sendiri menunjukkan konsekuensi jangka panjang yang besar.
Konsumsi BBM diperkirakan bertambah sekitar 100 miliar galon atau setara 378,5 miliar liter hingga 2050. Belanja bahan bakar masyarakat juga naik US$185 miliar atau sekitar Rp3.314,6 triliun, sementara emisi karbon dioksida meningkat sekitar 5 persen.