Pencarian

Kualitas Udara Palangka Raya Masuk Kategori Berbahaya, PM2.5 Tembus 1.976 µg/m³ di Puncak Kemarau Kalteng

Jumat, 25 September 2026 • 19:16:31 WIB
Kualitas Udara Palangka Raya Masuk Kategori Berbahaya, PM2.5 Tembus 1.976 µg/m³ di Puncak Kemarau Kalteng
Konsentrasi PM2.5 di Palangka Raya mencapai 1.976 µg/m³ pada Kamis (24/9/2026) siang.

PALANGKA RAYA — Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut, Chandra, menyatakan konsentrasi PM2.5 tertinggi terjadi pada pukul 15.00 hingga 16.00 WIB, Kamis (24/9/2026). Sebagai pembanding, kadar 250 µg/m³ saja sudah masuk level yang perlu diwaspadai.

Lonjakan itu berkaitan langsung dengan pekatnya asap kebakaran hutan dan lahan yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Kalteng. Data hotspot yang dihimpun BMKG menunjukkan jumlah titik panas tahun ini melampaui periode kemarau 2015.

Asap Karhutla Disebut Lebih Parah Dibandingkan 2015

Chandra menyebut dampak karhutla tahun ini lebih berat dibandingkan sembilan tahun lalu. Selain jumlah hotspot lebih tinggi, sebaran asapnya juga lebih pekat sehingga menekan kualitas udara di Palangka Raya dan daerah sekitarnya.

"Untuk dampak kerusakannya, seperti kebakaran hutan dan lahan, dari data yang ada memang lebih parah dibandingkan 2015. Jadi, dari data hotspot sendiri lebih tinggi dibandingkan 2015 dan kondisi asapnya juga lebih pekat, sehingga turut memengaruhi kualitas udara," kata Chandra, Jumat (25/9/2026).

Menurutnya, tingginya jumlah titik panas berkontribusi pada luas dan dampak karhutla. Kondisi itu pula yang membuat konsentrasi partikulat halus di Palangka Raya bertahan di level berbahaya.

Puncak Kemarau Agustus-September, Hujan Baru Datang Akhir Oktober

Kalteng saat ini berada di periode puncak kemarau yang berlangsung Agustus hingga September. Peralihan menuju musim hujan diperkirakan baru terjadi pada akhir Oktober hingga awal November 2026.

"Musim kemarau di wilayah Kalimantan Tengah saat ini memang merupakan puncaknya pada Agustus-September. Kemudian akhir atau awal musim hujannya diperkirakan pada Oktober akhir hingga November awal," ujarnya.

Meski musim hujan belum tiba, peluang hujan mulai meningkat dalam sepekan ke depan. BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang berpotensi turun di sejumlah wilayah Kalteng, sementara kawasan utara berpeluang mendapat intensitas sedang hingga lebat.

Wilayah yang Berpotensi Diguyur Hujan Sepekan ke Depan

  • 25 September 2026: Kotawaringin Timur, Katingan bagian utara, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, dan Barito Selatan
  • 26 September 2026: Seruyan bagian utara, Katingan bagian utara, dan Murung Raya
  • 27 September 2026: Gunung Mas bagian utara, Murung Raya, Barito Utara, dan Barito Selatan

Peningkatan peluang hujan diharapkan mengurangi kekeringan sekaligus menekan asap karhutla. Warga tetap diminta mewaspadai cuaca ekstrem karena hujan lebat dapat disertai petir dan angin kencang.

Chandra menegaskan hujan yang mulai meningkat belum berarti seluruh wilayah Kalteng masuk musim penghujan. Masyarakat masih perlu mewaspadai karhutla hingga hujan turun lebih merata.

"Awal musim hujan di sebagian besar wilayah Kalteng akan mulai terjadi pada akhir Oktober hingga awal November 2026," pungkasnya.

Follow kaltenginfo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: zonakota.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks