Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalimantan Tengah, Hendrizal Husin, melantik empat Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) baru untuk memimpin Kejari Seruyan, Pulang Pisau, Barito Timur, dan Kotawaringin Timur di Palangka Raya, Rabu. Para pejabat baru ini diminta segera beradaptasi dan membangun koordinasi dengan para pemangku kepentingan di daerah masing-masing.
PALANGKA RAYA — Hendrizal Husin menekankan pentingnya adaptasi cepat bagi para Kajari yang baru dilantik. Instruksi itu disampaikan langsung usai memimpin prosesi pelantikan di Palangka Raya, Rabu.
“Kepada pejabat yang baru dilantik, segera adaptasi dengan situasi dan kondisi di daerah. Segera berkoordinasi dengan stakeholder di daerah,” ucap Hendrizal dalam keterangannya.
Keempat pejabat yang dilantik adalah Denny Iswanto sebagai Kajari Seruyan, Adief Swandaru sebagai Kajari Pulang Pisau, Abdul Halim sebagai Kajari Barito Timur, dan Edwin Ignatius Beslar sebagai Kajari Kotawaringin Timur.
Mereka menggantikan posisi Andre, Nanang Dwi Priharyadi, Rahmad Isnaini, dan Nur Akhirman. Pergantian ini merupakan bagian dari penyegaran kepemimpinan di lingkungan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah.
Hendrizal mengingatkan para Kajari baru untuk menjaga marwah institusi dalam menjalankan tugas. Ia juga meminta agar jabatan yang diemban dijadikan motivasi untuk meningkatkan kinerja.
“Jabatan baru hendaknya menjadi motivasi untuk terus memberikan kinerja terbaik demi kemajuan Kejaksaan dan penegakan hukum yang humanis dan berkeadilan,” tegasnya.
Ia berharap para pemimpin baru di empat kejaksaan negeri itu mampu bekerja secara profesional dan berintegritas. Kontribusi terbaik juga diharapkan dapat diberikan untuk kemajuan penegakan hukum di wilayah masing-masing.
Dalam kesempatan yang sama, Hendrizal menyampaikan apresiasi kepada para pejabat sebelumnya atas dedikasi, loyalitas, dan kinerja mereka selama memimpin. Ia meminta agar semangat inovasi terus dijalankan dalam setiap penegakan hukum di Kalimantan Tengah.
“Saya meminta untuk terus melakukan inovasi dalam menegakkan hukum di Kalimantan Tengah,” pungkas Hendrizal.