PALANGKA RAYA — Kebiasaan pelajar yang lebih sering mengakses informasi lewat telepon genggam menjadi tantangan tersendiri bagi upaya peningkatan literasi di Kalimantan Tengah. Menyikapi hal itu, DPRD Kalteng meminta pemerintah tidak hanya mengandalkan gedung perpustakaan, tetapi juga menghadirkan layanan yang menjangkau masyarakat di berbagai daerah.
“Salah satu yang bagus itu di Kabupaten Kapuas, kemarin kami lihat di sana. Harapannya, semangat belajar dan budaya membaca terus tumbuh melalui pelayanan yang semakin baik,” kata Tomy Irawan Diran, Rabu (26/8/2026).
Menurut politikus PAN itu, pengembangan layanan ke depan tidak boleh berhenti pada perbaikan fasilitas di dalam gedung. Kehadiran perpustakaan keliling dinilai menjadi solusi efektif untuk memastikan bahan bacaan tetap bisa diakses warga di lokasi yang jauh dari pusat kota.
“Misalkan perpustakaan keliling, ini bagus digiatkan lagi. Jadi nanti tidak hanya fokus datang ke perpustakaannya, tetapi ada tempat-tempat di mana memudahkan masyarakat memperoleh bahan bacaan,” ucapnya.
Tomy juga menyoroti perlunya penguatan layanan perpustakaan berbasis digital. Langkah ini dinilai penting untuk mengimbangi kebiasaan anak-anak yang kini lebih banyak menghabiskan waktu mencari informasi melalui ponsel pintar masing-masing.
Ia menambahkan, area terbuka untuk aktivitas masyarakat serta fasilitas penunjang lainnya menjadi nilai tambah dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik. Dengan kombinasi tersebut, perpustakaan diyakini mampu bertransformasi menjadi pusat pembelajaran komunitas.
“Dengan layanan yang semakin kreatif, mudah diakses, dan didukung fasilitas yang memadai, perpustakaan diyakini mampu menjadi pusat pembelajaran sekaligus memperkuat budaya literasi masyarakat,” pungkasnya.