Spotify Perketat Aturan Musik AI dengan Label "AI Persona" dan Blokir Rekomendasi

Penulis: Surya Dinata  •  Rabu, 12 Agustus 2026 | 01:28:01 WIB
Spotify menerapkan label "AI Persona" untuk menandai profil artis yang identitasnya dibuat oleh AI.

KALIMANTAN TENGAH — Spotify resmi mengumumkan kebijakan baru untuk menandai artis yang menggunakan identitas AI di platformnya. Mulai pertengahan September 2025, pengguna akan melihat lencana "AI Persona" pada profil artis tertentu yang menandakan bahwa identitas publik artis tersebut dibuat oleh AI, bukan mewakili orang asli. Musik dari profil berlabel ini tidak akan dimasukkan ke dalam rekomendasi editorial, algoritmik, maupun personalisasi Spotify secara otomatis.

Mengapa Spotify Menerapkan Label AI Persona?

Kebijakan ini lahir dari kebutuhan untuk membedakan antara musik yang dibuat dengan bantuan AI dan identitas artis yang sepenuhnya fiktif. Spotify menegaskan bahwa label ini menilai profil artis, bukan kualitas atau proses pembuatan musiknya. Perusahaan juga menyadari adanya resistensi konsumen terhadap konten AI yang membanjiri platform.

Dengan maraknya konten berkualitas rendah yang diproduksi massal, Spotify berupaya menjaga pengalaman pengguna tetap optimal. Jika dibiarkan, banjir konten "slop" ini berisiko membuat pelanggan frustrasi dan berhenti berlangganan. Kebijakan ini adalah upaya Spotify untuk tetap relevan di tengah gempuran konten AI tanpa mengorbankan kualitas kurasi.

Cara Kerja Label dan Moderasi Profil

Spotify tidak hanya mengandalkan pengakuan diri dari artis. Perusahaan akan melakukan tinjauan manual terhadap profil yang ada. Proses moderasi ini akan dimulai dari profil yang telah memenuhi ambang batas jumlah pendengar tertentu, memastikan artis yang paling banyak didengarkan mendapat prioritas peninjauan lebih dulu.

Setelah diberi label, lencana "AI Persona" akan muncul di beberapa titik, termasuk banner profil, bagian "Tentang", halaman pencarian, dan baris lagu di playlist. Jika pengguna secara eksplisit mengikuti artis berlabel AI Persona, musik mereka tetap bisa muncul di rekomendasi personal pengguna tersebut. Ini adalah sinyal eksplisit bahwa pengguna memang ingin mendengar lebih banyak musik dari artis tersebut.

Proses Banding dan Pelaporan Pengguna

Spotify menyadari bahwa tidak semua label yang diberikan akan akurat. Oleh karena itu, artis yang merasa labelnya salah dapat mengajukan banding. Selain itu, dalam beberapa bulan ke depan, Spotify akan meluncurkan alat yang memungkinkan pengguna melaporkan profil yang diduga merupakan AI Persona tetapi belum diberi label.

Kebijakan ini merupakan perluasan dari aturan AI Spotify yang pertama kali diumumkan pada September 2025. Aturan tersebut melarang kloning suara tanpa izin dan deepfake. Kini, fokusnya diperluas pada identitas visual dan nama artis yang tampak seperti representasi fotorealistik dari AI.

Dampak pada Fitur AI dan Lisensi Remix

Langkah ini tidak berarti Spotify anti-AI. Perusahaan tetap mengembangkan fitur berbasis AI seperti Prompted Playlists, AI DJ, dan chat. Bahkan, Spotify baru saja menjalin kerja sama lisensi dengan label UMG dan Merlin untuk mengizinkan remix dan cover buatan penggemar yang melibatkan AI. Bedanya, fitur ini akan tetap mengalirkan royalti kepada artis yang berpartisipasi.

Dengan adanya label AI Persona, pengguna bisa lebih mudah membedakan antara profil artis yang sepenuhnya fiktif dan konten remix AI yang sah. Spotify menegaskan bahwa informasi tentang bagaimana musik dibuat akan tetap tersedia melalui fitur seperti AI Credits dan SongDNA.

Bagi pengguna yang ingin menghindari musik dari identitas AI, kebijakan ini memberikan kontrol yang lebih jelas. Sementara bagi artis yang menggunakan AI sebagai alat bantu kreatif, label ini tidak akan mempengaruhi penilaian terhadap musik mereka selama identitas publiknya adalah manusia asli.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top