KALIMANTAN TENGAH — Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengungkapkan bahwa pihaknya telah meminta kajian mendalam untuk menghitung potensi kapasitas listrik yang bisa dihasilkan dari panel surya yang dipasang di tepi jalan tol Pulau Jawa. Kajian ini menjadi fondasi awal sebelum proyek dieksekusi di lapangan.
"Nanti pengembangan ke depan, kemarin kami minta untuk kaji kalau sepanjang tol Jawa itu kira-kira dapat berapa (kapasitas PLTS)," ujar Tri Winarno di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Berbeda dengan proyek di Bali yang sudah berjalan, pengembangan PLTS di jalur darat sepanjang ribuan kilometer ini memiliki tantangan tersendiri. Faktor angin kencang yang kerap melintasi area terbuka di sekitar jalan tol menjadi perhatian utama pemerintah. Kondisi ini dinilai akan memengaruhi peletakan dan posisi panel surya agar tetap aman dan berfungsi optimal.
Aspek teknis tersebut, menurut Tri, akan menjadi bagian tidak terpisahkan dari kajian yang tengah disusun. Pemerintah menargetkan proyek fisik bisa mulai dieksekusi paling cepat tahun depan.
"Tahun ini sudah Agustus. Jadi tahun depan dieksekusi," tegas Tri Winarno.
Kajian di sepanjang tol ini berjalan paralel dengan persiapan lahan besar-besaran untuk proyek PLTS secara umum. Pemerintah melalui Kementerian ESDM bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) telah mengidentifikasi sekitar 24 ribu hektare lahan di Pulau Jawa yang siap digunakan untuk pembangkit tenaga surya.
"Jadi ketersediaan lahan berdasarkan identifikasi yang kita lakukan bersama antara Kementerian ESDM dengan Kementerian ATR/BPN, di Pulau Jawa sudah tersedia sekitar 24 ribu hektare," kata Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, di Jakarta, Jumat (29/5/2026).
Yuliot menambahkan, lahan seluas itu nantinya akan diinterkoneksikan dengan infrastruktur kelistrikan yang ada. Pemerintah akan menyinkronkan pembangunan pembangkit dengan kebutuhan transmisi dan gardu induk milik PT PLN (Persero) agar distribusi listrik berjalan efisien.
Program PLTS 100 GW yang sedang digenjot pemerintah bukan sekadar proyek energi terbarukan. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan program ini telah masuk dalam