KALIMANTAN TENGAH — Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, membenarkan rencana pengambilalihan tersebut. Menurutnya, transaksi ini sudah memasuki tahap finalisasi dan tinggal menunggu penyelesaian administratif. "Ini bagian dari upaya efisiensi dan ketahanan energi di Blok Rokan," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (27/7/2026).
PLTG North Duri Cogen selama ini menjadi pemasok utama listrik bagi aktivitas produksi minyak dan gas di Blok Rokan. Tanpa pasokan listrik yang stabil, proses pengeboran dan pengolahan minyak bisa terganggu. Dengan akuisisi ini, PHR tak lagi bergantung pada pihak ketiga untuk kebutuhan energinya.
Blok Rokan sendiri menyumbang sekitar 24 persen dari total produksi minyak nasional. Setelah beralih ke Pertamina pada 2021, perusahaan terus berupaya meningkatkan efisiensi operasional. Salah satunya dengan menguasai rantai pasok energi, termasuk pembangkit listrik.
Pertamina tidak merinci nilai transaksi pengambilalihan PLTG tersebut. Namun, sumber di internal perusahaan menyebutkan bahwa proses akuisisi dilakukan secara bertahap. PLN MCTN, anak usaha PLN yang bergerak di bidang pembangkitan, akan melepas seluruh sahamnya di aset ini.
Setelah resmi dimiliki PHR, pembangkit listrik berkapasitas sekitar 150 megawatt itu akan dioperasikan langsung oleh unit bisnis Pertamina. Langkah ini diproyeksikan bisa menekan biaya produksi minyak di Blok Rokan hingga 10-15 persen. Pasalnya, selama ini PHR harus membeli listrik dari PLN dengan tarif yang lebih tinggi.
Pengambilalihan ini juga sejalan dengan program pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Dengan efisiensi yang lebih baik, produksi minyak dari Blok Rokan diharapkan bisa meningkat. Target produksi minyak nasional pada 2026 sebesar 1 juta barel per hari pun lebih realistis tercapai.
Di sisi lain, PLN bisa fokus mengembangkan infrastruktur kelistrikan untuk masyarakat. Sebab, beban menyuplai listrik ke industri migas yang fluktuatif kini berkurang. Ini menjadi contoh sinergi antar-BUMN yang saling menguntungkan.
Akuisisi PLTG North Duri Cogen oleh Pertamina menjadi tonggak baru dalam integrasi bisnis migas di Indonesia. Dengan kendali penuh atas pasokan listrik, Blok Rokan diharapkan bisa beroperasi lebih efisien dan produktif. Ke depan, model integrasi serupa kemungkinan akan diterapkan di blok-blok migas lain yang dikelola Pertamina.