KALIMANTAN TENGAH — Longsor terjadi di ruas jalan poros yang menghubungkan Desa Uempanapa dan desa tetangga di Kecamatan Mori Atas, Morowali Utara. Material tanah dan batuan menutup badan jalan sepanjang puluhan meter, sehingga kendaraan roda empat maupun dua tidak bisa melintas.
Material longsor dilaporkan menutup jalan sejak dini hari. Warga di dua desa – Desa Uempanapa dan satu desa tetangga – mendapati akses satu-satunya ke pusat kecamatan terputus total. “Kami mengerahkan alat berat untuk membuka jalur, namun medan sulit karena tebing masih labil,” kata Kepala Pelaksana BPBD Morowali Utara melalui pesan singkat, Senin.
BPBD mencatat total 2.104 jiwa terdampak langsung. Sebagian besar adalah petani dan nelayan yang mengandalkan jalan tersebut untuk menjual hasil bumi dan membeli kebutuhan pokok. Tidak ada korban luka atau meninggal; longsor terjadi saat aktivitas warga belum ramai.
Tim BPBD mendirikan posko darurat di batas longsoran. Bantuan awal berupa 500 paket sembako dan air bersih sudah didistribusikan menggunakan kendaraan roda dua yang melewati jalur setapak di sisi tebing. “Prioritas kami memastikan logistik cukup untuk 3-4 hari ke depan sekaligus membuka jalur utama,” ujar Kepala BPBD.
Distribusi bantuan dilakukan dengan sistem estafet: dari posko induk ke titik aman di luar zona longsor, lalu diangkut manual oleh warga. Dapur umum juga disiapkan untuk memenuhi kebutuhan makan warga yang tidak bisa keluar desa.
Puskesmas terdekat berjarak 12 km dari lokasi longsor. BPBD menyiagakan tim medis di posko dan mengatur rujukan jika ada warga sakit. “Kami koordinasikan dengan bidan desa agar pelayanan dasar tetap berjalan. Untuk kasus darurat, kami siapkan evakuasi via jalur alternatif,” kata petugas puskesmas setempat.
Jalur alternatif yang bisa digunakan adalah jalan tikus sejauh 8 km melalui perkebunan warga. Namun jalur itu hanya bisa dilalui sepeda motor dan membutuhkan waktu tempuh dua kali lipat. BPBD mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar rumah selama proses pembersihan jalan.
Alat berat ditargetkan tiba di lokasi pada siang hari. BPBD memperkirakan jalur utama bisa dibuka dalam 2-3 hari jika cuaca mendukung. Curah hujan tinggi di wilayah tersebut sejak sepekan terakhir menjadi pemicu utama longsor. “Kami juga pasang rambu peringatan dan memantau titik rawan longsor lainnya,” tambah Kepala BPBD.
Warga berharap jalan segera normal agar aktivitas ekonomi tidak terganggu lebih lama. Harga sembako di dua desa dikabarkan mulai naik 10-15 persen karena sulitnya distribusi. BPBD menjamin stok logistik aman hingga jalur pulih.