KALIMANTAN TENGAH — Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku menyelesaikan proses pemuatan BBM ke kapal pengangkut yang akan melayani distribusi ke Kecamatan Banda dan Kepulauan Banda. Muatan terdiri dari 60 Kilo Liter Pertamax dan 3 Kilo Liter Dexlite. Kapal diperkirakan tiba di Banda Neira pada Senin (27/7) pukul 05.00 WIT.
Jumlah BBM yang dikirim diproyeksikan memenuhi kebutuhan bahan bakar masyarakat di wilayah kepulauan tersebut selama sekitar 25 hari. Pertamina memastikan akan melakukan pemantauan berkala terhadap stok di lembaga penyalur dan menyiapkan langkah lanjutan untuk menjaga keberlanjutan pasokan berikutnya.
“Saat ini Pertamina telah menyelesaikan proses pemuatan BBM ke kapal pengangkut yang akan melayani distribusi ke Banda Neira,” ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, dalam keterangan resmi yang diterima ANTARA di Ambon.
Keberangkatan kapal sempat menunggu penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dari Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Prosedur ini merupakan bagian dari keselamatan pelayaran, mengingat karakteristik geografis wilayah kepulauan yang mengandalkan distribusi melalui jalur laut. Setelah seluruh persyaratan dipenuhi dan mempertimbangkan kondisi cuaca di perairan Maluku, kapal akhirnya diberangkatkan pada Minggu siang.
Pertamina berkoordinasi intensif dengan Syahbandar, operator transportasi, Pemerintah Provinsi Maluku, dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah. “Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar setiap pasokan dapat tiba sesuai jadwal dan segera disalurkan kepada masyarakat,” kata Ispiani.
Pertamina menegaskan bahwa harga resmi BBM hanya berlaku di lembaga penyalur resmi Pertamina. Harga yang diterapkan oleh pengecer berada di luar kewenangan perusahaan. Masyarakat diimbau membeli sesuai kebutuhan, menggunakan energi secara bijak, dan memanfaatkan lembaga penyalur resmi agar distribusi lebih merata.
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Customer Solution di 135. Pertamina terus mengevaluasi pola penyaluran di wilayah kepulauan bersama pemangku kepentingan guna meningkatkan keandalan distribusi BBM.