KALIMANTAN TENGAH — Febrianto menjelaskan, selama enam bulan pertama tahun ini, arus kapal yang dilayani mencapai 6,03 juta GT. Sementara itu, arus peti kemas tercatat sebanyak 15.381 TEUs, menunjukkan pergerakan barang yang stabil di wilayah Jambi.
Untuk komoditas non-curah, volume yang ditangani mencapai 659.988 ton per meter kubik. Adapun barang curah menyumbang 225.594 ton per meter kubik. Seluruh aktivitas ini dikelola melalui tiga pelabuhan strategis: Pelabuhan Talang Duku, Pelabuhan Kawasan Muara Sabak, dan Pelabuhan Kuala Tungkal.
Dalam kesempatan yang sama, Febrianto menyampaikan sejumlah permohonan dukungan kepada Dewan Komisaris Pelindo. Langkah ini diambil sebagai upaya peningkatan tata kelola dan perbaikan kinerja perusahaan ke depan.
Komisaris Utama Pelindo, Agus Suhartono, menanggapi positif masukan tersebut. "Sekecil apa pun yang dilakukan rekan-rekan di Jambi pasti menjadi perhatian di pusat. Harus tetap semangat," ujarnya. Agus berjanji akan menyampaikan masukan dari Regional 2 Jambi kepada jajaran direksi agar perusahaan bisa lebih maju.
Kunjungan kerja ini dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Komisaris, termasuk Jodi Mahardi, Maximianus Puguh Djiwanto, Prof. Elwi Danil, serta Rakhman Fuadhy Kurniawan. Dari sisi direksi, hadir Boy Robyanto selaku Direktur Manajemen Risiko, dan Oscar Yogi selaku Department Head Hukum Komersial.
Tak ketinggalan, pimpinan Regional 2 Budi Prasetio (Executive Director 2) turut mendampingi Febrianto dalam memaparkan kondisi terkini pelabuhan di Jambi. Kunjungan ini menjadi sinyal perhatian penuh pusat terhadap pengembangan pelabuhan di kawasan Sumatera bagian selatan.
Catatan redaksi: Pelindo Regional 2 Jambi terus berupaya meningkatkan efisiensi operasional di tengah persaingan logistik yang ketat. Dukungan penuh dari dewan komisaris diharapkan mampu mendorong perbaikan layanan dan infrastruktur pelabuhan di wilayah tersebut.