PULANG PISAU — Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa'i mengapresiasi kerja keras seluruh personel Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Karhutla yang terus bertahan di lapangan. Apresiasi itu disampaikan dalam audiensi yang dihadiri jajaran Forkopimda, Kepala Kejaksaan Negeri Pulang Pisau Nanang Dwi Priharyadi, Perwira Penghubung Kodim 1011/KLK Mayor Arh Yulius, Sekretaris Daerah Tony Harisinta, dan Kepala Pelaksana BPBD Herman Wibowo.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menekankan bahwa dampak karhutla sangat luas, mulai dari kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat. "Upaya pencegahan ini saya lihat sudah masif dilakukan oleh rekan-rekan, baik dari Polri, TNI, maupun satgas. Semua bekerja sama dalam menghadapi karhutla," ujarnya.
Menurutnya, sinergi antara TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan unsur Satgas lainnya harus terus diperkuat, terutama di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi. Polda Kalteng menyatakan siap mengerahkan personel dan sarana prasarana pendukung kapan pun dibutuhkan.
Ahmad Rifa'i secara khusus mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. "Pencegahan adalah langkah terbaik. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga Kabupaten Pulang Pisau agar terhindar dari ancaman kebakaran hutan dan lahan yang dapat menimbulkan dampak luas," kata Bupati.
Audiensi tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Pulang Pisau Tandean Indra Bela dan perangkat desa setempat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menghadapi ancaman karhutla.
Usai audiensi, rombongan langsung meninjau lokasi kebakaran untuk memastikan proses penanganan berjalan optimal. Kapolda menegaskan bahwa tanggung jawab penanganan karhutla adalah milik bersama. "Kami siap mendukung, baik personel maupun sarana prasarana Polri. Bersama TNI, satgas karhutla, dan masyarakat, kita harus bersinergi," tegas Iwan Kurniawan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan risiko kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Pulang Pisau dapat ditekan semaksimal mungkin. Kolaborasi lintas instansi dan partisipasi aktif warga menjadi kunci utama dalam menjaga kawasan dari ancaman karhutla.