SPMB Online di Kalteng Dipuji Lebih Transparan, DPRD Minta Pengawasan Diperketat di Setiap Tahapan

Penulis: Rendi Kusuma  •  Senin, 13 Juli 2026 | 11:49:01 WIB
DPRD Kalteng apresiasi sistem SPMB online yang lebih transparan dan otomatis.

PALANGKA RAYA — Digitalisasi proses penerimaan murid baru di Kalimantan Tengah mendapat sorotan positif dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Komisi III menilai sistem berbasis online mampu menutup celah intervensi dan praktik titipan yang kerap terjadi pada seleksi konvensional.

Digitalisasi Tekan Praktik Titipan dan Intervensi

Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto, mengatakan seluruh tahapan seleksi kini berjalan otomatis sesuai ketentuan. Menurutnya, sistem ini mempersempit ruang gerak oknum yang ingin bermain di belakang layar.

“Dengan sistem berbasis online, peluang intervensi maupun praktik titipan menjadi jauh lebih kecil karena seluruh proses seleksi berjalan sesuai aturan,” ujarnya, Senin (6/7/2026).

Ia menambahkan, keterbukaan sistem juga memberikan kepastian bagi masyarakat. Hasil seleksi dapat dipantau secara langsung oleh orang tua dan calon siswa.

Penambahan Kuota Sekolah Favorit: Solusi atau Celah Baru?

Meski mengapresiasi sistem baru, Sugiyarto mengakui persaingan masuk ke sekolah favorit di Kalteng masih tinggi. Ia mendorong Dinas Pendidikan mempertimbangkan penambahan kuota peserta didik sebagai solusi agar lebih banyak siswa berprestasi tertampung.

“Penambahan kuota bisa saja dilakukan sesuai aturan, agar lebih banyak siswa berprestasi dapat tertampung,” katanya.

Namun, ia mengingatkan kebijakan itu tidak boleh menjadi celah bagi praktik jual beli kursi atau pungutan liar. Pengawasan ketat di setiap tahapan menjadi syarat mutlak.

DPRD Minta Tindak Tegas Jika Ada Penyimpangan

Komisi III DPRD Kalteng secara khusus meminta Dinas Pendidikan memperketat pengawasan di lapangan. Jika ditemukan indikasi penyimpangan, Sugiyarto meminta agar segera ditindak tanpa pandang bulu.

“Jika ada praktik yang tidak sesuai aturan, harus ditindak tegas,” tegasnya.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kredibilitas sistem penerimaan murid baru yang baru pertama kali diterapkan secara penuh di Kalimantan Tengah.

Pemerataan Kualitas Sekolah Jadi Kunci Jangka Panjang

Selain pengawasan, DPRD Kalteng juga mendorong pemerataan kualitas pendidikan di seluruh sekolah. Sugiyarto menilai ketergantungan masyarakat pada sekolah favorit hanya bisa dikurangi jika mutu pendidikan merata.

Pemerataan tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan kompetensi tenaga pendidik, kualitas pembelajaran, serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Dengan begitu, sistem SPMB online tidak hanya menjadi alat seleksi, tetapi juga cermin kesiapan infrastruktur pendidikan daerah.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: lenterakalimantan.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top