Wabup Kotim Irawati Desak PLN Percepat Pemulihan Listrik, Pemadaman Bergilir Masih Berlangsung Hingga September 2026

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 23:22:01 WIB
Wakil Bupati Kotim Irawati mendesak PLN percepat pemulihan listrik untuk mengurangi dampak pemadaman bergilir.

SAMPIT — Pemadaman bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kotawaringin Timur dipastikan bakal berlangsung hingga September 2026. Wakil Bupati Kotim Irawati mendorong PT PLN (Persero) ULP Sampit untuk mempercepat proses pemulihan sistem kelistrikan yang terganggu akibat masalah operasional pada PLTGU.

“PLN telah menjelaskan kepada kami mengenai kondisi sistem kelistrikan saat ini. Kami berharap proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat agar aktivitas masyarakat tidak terus terganggu,” kata Irawati di Sampit, Rabu (16/7/2026).

Gangguan Bukan karena Kekurangan Batu Bara

Manager PLN ULP Sampit Raditya Fahmi Bachtiar bersama tim menyampaikan penjelasan langsung kepada wakil bupati sehari sebelumnya. Berdasarkan informasi dari manajemen PT PLN (Persero), sistem kelistrikan Kalimantan saat ini masih beroperasi dalam kondisi terkendali. Namun, pemadaman bergilir di sejumlah lokasi merupakan bagian dari manajemen beban yang dilakukan secara terbatas dan terukur untuk menjaga keandalan sistem.

“Yang disampaikan kepada kami, gangguan ini bukan karena kekurangan bahan bakar atau batu bara, tetapi akibat gangguan operasional pada salah satu unit pembangkit sehingga suplai listrik belum maksimal,” ujar Irawati.

PLN Terapkan Skema Cadangan Daya N-1

PLN menyatakan telah menerapkan langkah mitigasi risiko melalui skema cadangan pembangkit atau daya N-1. Skema ini menyediakan cadangan daya setara kapasitas satu unit pembangkit terbesar sebagai antisipasi jika terjadi gangguan. Namun, pada saat bersamaan terdapat unit pembangkit yang sedang menjalani pemeliharaan terjadwal sehingga tidak bisa dioperasikan. Kondisi itu diperparah dengan munculnya gangguan pada pembangkit lain yang mengakibatkan sistem mengalami defisit daya.

“Tujuan pemadaman bergilir ini untuk menghindari sistem interkoneksi mengalami blackout, menjaga pembangkit lain tetap stabil, sekaligus mempercepat proses pemulihan sistem secara keseluruhan,” terang Irawati menirukan penjelasan Manager PLN ULP Sampit.

Target Normal Kembali September 2026

PLN menyampaikan bahwa kondisi sistem kelistrikan mulai menunjukkan perbaikan sejak awal Juli 2026. Apabila proses pemulihan berjalan sesuai rencana, sistem diharapkan kembali normal dengan cadangan daya yang memadai pada September 2026. Perusahaan juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama proses pemulihan berlangsung.

Irawati menambahkan, Pemkab Kotim memahami upaya teknis yang dilakukan PLN untuk menjaga keandalan sistem. Meski begitu, pemerintah daerah berharap proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat mengingat pasokan listrik menjadi kebutuhan penting bagi aktivitas masyarakat, pelayanan publik, dan dunia usaha.

“Kami berharap koordinasi antara PLN dan pemerintah daerah terus berjalan dengan baik serta informasi kepada masyarakat dapat disampaikan secara berkala agar warga mengetahui perkembangan penanganan gangguan kelistrikan yang sedang berlangsung,” pungkas Irawati.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top