Sinode Umum GKE XXV tidak sekadar pertemuan rutin lima tahunan. Salah satu agendanya yang paling krusial adalah pemilihan Ketua Umum Majelis Sinode GKE untuk periode 2026–2031. Bupati Jaya S. Monong mengingatkan para peserta yang memiliki hak suara agar menggunakan hak pilihnya secara bijak.
"Pilihlah yang terbaik dari yang baik. Siapa pun yang nantinya terpilih harus kita dukung, karena itu merupakan pilihan dan ketetapan Tuhan," ujar Bupati Monong saat melepas kontingen di Kuala Kurun, Senin.
Ia menambahkan, perbedaan pilihan dalam forum pemilihan adalah hal wajar. Namun, kebersamaan antarjemaat dan sinode harus tetap terjaga demi kemajuan pelayanan gereja ke depan.
Rute perjalanan menuju Puruk Cahu, Murung Raya, sebagian besar melintasi jalur darat yang melewati Kuala Kurun. Hal ini berlaku bagi kontingen dari berbagai kabupaten di Kalimantan Tengah maupun Kalimantan Barat.
Pemerintah Kabupaten Gunung Mas membuka pintu bagi peserta sinode untuk transit dan beristirahat di Kuala Kurun. Bupati Monong mempersilakan para rombongan untuk berkoordinasi dengan Pemkab, anggota DPRD, dan pemangku kepentingan setempat.
"Silakan singgah, beristirahat dulu sebelum melanjutkan perjalanan ke Puruk Cahu atau pulang ke daerah masing-masing," kata Bupati.
Ketua Majelis Pekerja Harian Resort GKE Kuala Kurun, Pdt Dein G Narang, mengonfirmasi bahwa fasilitas transit telah disiapkan. Hingga saat ini, tiga resort dari Kalimantan Barat sudah memanfaatkan fasilitas tersebut untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
"Kami dengan senang hati mempersilakan siapa pun yang ingin singgah di sini," ucap Pdt Dein.
Pelepasan kontingen ini, menurut Pdt Dein, menjadi simbol nyata dukungan dan kebersamaan antara pemerintah daerah dan kehidupan bergereja di Kalimantan Tengah. Partisipasi aktif masyarakat dalam Sinode Umum GKE XXV diharapkan berjalan lancar hingga penutupan.