KUALA KURUN — Puluhan gedung sekolah dasar dan menengah pertama di pelosok Gunung Mas masih menggunakan bangunan tua warisan masa lalu. Atap bocor, dinding retak, hingga ruang kelas yang tidak layak pakai menjadi pemandangan sehari-hari. Pemerintah kabupaten mengaku tak mampu membiayai perbaikannya sendirian karena keterbatasan fiskal daerah.
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Gumas, Aprianto, mengatakan dari 62 sekolah yang diusulkan ke pusat, pihaknya hanya mampu mengalokasikan anggaran untuk empat lokasi melalui Dana Alokasi Umum (DAU) tahun ini. "Beberapa lokasi kami sesuaikan karena mempertimbangkan skala prioritas dan potensi tumpang tindih dengan bantuan pusat," ujarnya, Jumat (3/7/2026) lalu.
Usulan revitalisasi itu telah disampaikan sejak Januari hingga Februari 2026. Pemkab Gumas berharap setidaknya separuh dari 62 sekolah yang diajukan mendapat persetujuan, baik untuk rehabilitasi maupun pembangunan baru.
Politisi Partai Golkar itu menegaskan pendidikan adalah investasi jangka panjang yang tidak boleh dikorbankan karena keterbatasan anggaran. "Ini bukan sekadar membangun gedung sekolah, tetapi menyelamatkan masa depan generasi muda Gunung Mas. Jangan sampai anak-anak di pedalaman terus belajar di ruang kelas yang rusak atau tidak memenuhi standar. Pemerintah pusat harus hadir dan memberikan perhatian nyata," kata Herda kepada mediadayak.id, Senin (6/7/2026).
Herda memastikan DPRD akan mengawal proses usulan tersebut hingga ada keputusan dari Kemendikdasmen. Menurutnya, fasilitas sekolah yang layak berpengaruh langsung pada kualitas sumber daya manusia di daerah.
Disdikpora Gumas terus memperkuat koordinasi dengan pusat melalui sistem Revitalisasi (Revit) yang terintegrasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Seluruh kondisi sekolah, mulai dari tingkat kerusakan bangunan hingga kebutuhan fasilitas pendukung, dilaporkan secara digital dan diverifikasi langsung oleh Kemendikdasmen.
Program revitalisasi mencakup rehabilitasi ruang kelas, pembangunan toilet berstandar sanitasi, penyediaan air bersih, perpustakaan, laboratorium, hingga sarana penunjang lainnya. Disdikpora juga berharap ada perhatian khusus untuk pembangunan rumah dinas guru yang banyak rusak di daerah terpencil.
Herda mengingatkan bahwa tanpa intervensi pusat, kesenjangan kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedalaman di Gunung Mas akan semakin melebar. "Semakin baik fasilitas sekolah, semakin besar peluang melahirkan generasi yang berkualitas dan mampu bersaing di masa depan," tandasnya.