DPRD Barito Utara Dukung Penuh Proyek Penataan Kawasan Kumuh Lanjas, Jalan Dilebarkan dan Waterfront City Dibangun

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Kamis, 02 Juli 2026 | 00:18:01 WIB
Groundbreaking proyek penataan kawasan kumuh Lanjas di Muara Teweh resmi dimulai.

MUARA TEWEH — Kawasan kumuh di tiga Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Lanjas, Kota Muara Teweh, bakal berubah wajah. Pemerintah Kabupaten Barito Utara memulai proyek penataan yang mencakup pelebaran jalan dan pembangunan kawasan tepian sungai atau Waterfront City (WFC). Proyek ini dimulai setelah groundbreaking ceremony yang dipimpin langsung Bupati Barito Utara, Shalahuddin, pada Rabu pekan lalu.

Mengapa Proyek Ini Penting Bagi Warga Lanjas?

Ketua Komisi II DPRD Barito Utara, Taufik Nugraha, menilai proyek ini bukan sekadar perbaikan permukiman. "Program ini bukan hanya memperbaiki kawasan permukiman, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi kemajuan Kota Muara Teweh," ujarnya saat menghadiri groundbreaking.

Menurut politisi PDIP ini, pelebaran jalan di kawasan tersebut akan berdampak langsung pada kelancaran arus lalu lintas dan distribusi barang. "Jalan yang lebih baik akan memperlancar aktivitas masyarakat dan menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong perkembangan ekonomi," kata Taufik. Infrastruktur yang memadai, lanjutnya, akan memperlancar mobilitas warga dan distribusi barang dan jasa.

Waterfront City: Ikon Baru di Tepian Sungai Barito

Selain infrastruktur jalan, proyek ini juga mencakup pengembangan kawasan Waterfront City di tepian Sungai Barito. Taufik meyakini kawasan ini akan menjadi ikon baru Kabupaten Barito Utara sekaligus ruang publik yang tertata.

"Konsep Waterfront City sangat baik karena tidak hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga membuka peluang berkembangnya sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif," jelasnya. Keberadaan ruang publik ini diharapkan meningkatkan daya tarik Muara Teweh sebagai pusat kegiatan masyarakat dan destinasi wisata daerah.

Jaminan Kepastian Hukum untuk Warga Terdampak

Pemerintah daerah juga menyerahkan sertifikat tanah relokasi kepada warga yang terdampak proyek. Taufik mengapresiasi langkah ini sebagai bentuk kepastian hukum atas hak kepemilikan tanah. Menurutnya, perhatian terhadap masyarakat terdampak menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan.

"Kami berharap seluruh proses pembangunan berjalan sesuai rencana dengan tetap mengedepankan komunikasi yang baik bersama masyarakat," ungkap Taufik. DPRD, lanjutnya, akan menjalankan fungsi pengawasan agar proyek selesai tepat waktu, sesuai spesifikasi, dan memberikan manfaat maksimal.

Pengawasan DPRD dan Ajakan Jaga Aset Daerah

Taufik menegaskan DPRD akan terus mendukung dan mengawal pelaksanaan pembangunan ini. "Kami akan terus mendukung sekaligus mengawal pelaksanaan pembangunan ini agar berjalan sesuai perencanaan, berkualitas, dan benar-benar memberikan dampak positif bagi kemajuan Kabupaten Barito Utara," tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat hasil pembangunan sebagai aset daerah. "Dengan semangat Iya Mulik Bengkang Turan, mari kita dukung pembangunan ini demi mewujudkan Muara Teweh yang lebih maju, tertata, nyaman, dan menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Barito Utara," ajak Taufik Nugraha.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top