PALANGKA RAYA — Target pendapatan daerah Kalimantan Tengah terancam meleset. Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi, mengungkapkan bahwa realisasi pendapatan provinsi baru menyentuh 32 persen berdasarkan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada minggu pertama Juni 2026.
Ia menilai kondisi ini memprihatinkan karena waktu efektif pengerjaan anggaran hanya tersisa hingga November mendatang. Jika realisasi tidak dikejar, target APBD tahun ini sulit mencapai 100 persen.
“Perhitungan efektif kita cuman sampai bulan 11 (November) kan, berarti sisa lima bulan. Nah jangan-jangan nanti di bulan 11 APBD kita tidak bisa tercapai 100 persen pendapatan kita,” ujar politisi Partai Demokrat itu, Kamis (25/6/2026).
Menurutnya, sisa waktu yang ada sangat terbatas untuk mengejar kekurangan pendapatan yang masih besar. Ia mendorong pemerintah provinsi untuk bergerak lebih cepat dalam mengoptimalkan sumber-sumber penerimaan daerah.
Junaidi menegaskan bahwa kegagalan memenuhi target pendapatan bukan sekadar soal angka. Dampaknya langsung terasa pada program-program yang sudah direncanakan untuk warga.
“Harapan kita di bulan 11 (November) bisa maksimal. Artinya kita tergarap 100 persen pendapatan kita. Kalau tidak 100 persen, berarti pembangunan tertunda semua,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa hasil RDP awal Juni lalu harus menjadi bahan evaluasi serius bagi pemprov. Tanpa percepatan realisasi pendapatan, berbagai proyek infrastruktur dan program sosial berpotensi molor atau bahkan dihentikan sementara.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terkait langkah konkret mengejar target pendapatan. DPRD mendesak agar pemprov segera menyusun strategi optimalisasi penerimaan dari pajak daerah, retribusi, dan sumber pendapatan sah lainnya.
Catatan di lapangan menunjukkan bahwa realisasi pendapatan daerah seringkali mengalami perlambatan di paruh pertama tahun anggaran. Namun, angka 32 persen di awal Juni dinilai lebih rendah dari rata-rata capaian tahun-tahun sebelumnya pada periode yang sama.