KALIMANTAN TENGAH — Rangkaian acara dimulai dengan pembunyian suling kapal di atas MT. Gui Heng An Hang, sebuah tradisi yang menandai dimulainya peringatan Hari Pelaut Sedunia di Pelabuhan Belawan. Setelahnya, manajemen Pelindo secara resmi meluncurkan layanan antar-jemput khusus untuk para kru kapal yang tengah bersandar.
Executive General Manager Pelindo Regional 1 Cabang Belawan, Yusrizal, menjelaskan bahwa shuttle service ini dirancang untuk memecahkan masalah transportasi yang selama ini dikeluhkan para awak kapal. Sebelumnya, pelaut harus mengandalkan kendaraan pribadi atau ojek informal yang tarifnya tidak menentu.
"Kami menyambut baik penyelenggaraan Hari Pelaut Sedunia sebagai bentuk penghargaan kepada para pelaut yang memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran logistik," ujar Yusrizal dalam sambutannya.
Menurut Yusrizal, Hari Pelaut Sedunia bukan sekadar seremoni. Momentum ini menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan bahwa pelaut adalah tulang punggung transportasi laut yang memastikan pasokan barang dari satu pulau ke pulau lain tetap berjalan. Tanpa mereka, rantai pasok nasional bisa tersendat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh unsur Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Belawan, perwakilan perusahaan pelayaran, serta pemangku kepentingan sektor maritim lainnya di wilayah Belawan. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi antara operator pelabuhan, regulator, dan pengguna jasa.
Shuttle service ini akan beroperasi di dalam kawasan pelabuhan, menghubungkan dermaga dengan pintu keluar utama dan area komersial terdekat. Dengan adanya layanan ini, Pelindo berharap waktu tunggu kapal bisa lebih efisien karena kru tidak lagi kesulitan mencari transportasi untuk keperluan darat. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pelindo Regional 1 untuk meningkatkan standar pelayanan dan keselamatan di lingkungan pelabuhan.