KALIMANTAN TENGAH — IPO SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk, membuka babak baru di pasar modal global. Saham perusahaan yang dikenal lewat roket reusable dan jaringan satelit Starlink ini dibuka di level 150 dolar AS pada 12 Juni lalu — langsung melesat 11 persen dari harga perdana. Hingga penutupan hari pertama, saham ditutup di angka 160,95 dolar AS atau naik 19 persen.
Dalam dokumen registrasi S-1, SpaceX membukukan pendapatan 18 miliar dolar AS sepanjang 2025. Namun, perusahaan masih mencatat kerugian 4,9 miliar dolar AS di tahun yang sama. Secara kumulatif, SpaceX telah kehilangan lebih dari 37 miliar dolar AS sejak berdiri 24 tahun lalu.
Meski merugi, valuasi yang melambung membuat 4.400 karyawan berpotensi menjadi jutawan, demikian laporan New York Times. Bank-bank investasi yang menangani IPO ini kebanjiran fee total sekitar 500 juta dolar AS, dengan Goldman Sachs dan Morgan Stanley sebagai penerima terbesar.
Satu fakta paling mencolok dari IPO ini adalah struktur kendali saham. Elon Musk menggenggam 85,1 persen hak suara perusahaan. Ini berarti, meski SpaceX sudah menjadi perusahaan publik, Musk tetap memiliki kendali yang jauh melampaui founder perusahaan teknologi lain pada umumnya.
Kekuatan suara ini menjadikan Musk sebagai pemegang kendali tunggal atas keputusan strategis, termasuk kemungkinan merger. Dalam wawancara dengan CNBC pada 12 Juni, COO SpaceX Gwynne Shotwell menyebut bahwa "merger antara SpaceX dan Tesla mungkin akan membuat hidup Elon sedikit lebih mudah."
IPO ini jelas menguntungkan Musk secara pribadi. Kekayaan kertasnya kini menembus angka 1 triliun dolar AS, menjadikannya triliuner pertama di dunia. Namun, keuntungan tidak hanya dinikmati sang founder — lingkaran dalam Musk dan investor awal juga menikmati hasil manis dari IPO ini.
Di sisi lain, tidak semua pihak diuntungkan. Perusahaan kehilangan miliaran dolar setiap tahun. Tekanan dari investor publik untuk segera mencetak laba menjadi tantangan baru yang belum pernah dihadapi SpaceX sebelumnya.
Saham SpaceX tercatat di Nasdaq dengan kode ticker tertentu. Pantauan harga real-time bisa diakses melalui situs resmi Nasdaq. Media finansial seperti Bloomberg dan CNBC menyediakan liveblog yang mencakup pergerakan saham dan potensi hambatan teknis di pasar.
Platform trading ritel seperti Robinhood melaporkan lonjakan lalu lintas rekor pada jam-jam pertama perdagangan. Ini menandakan antusiasme investor individu terhadap saham perusahaan antariksa ini.
IPO bersejarah ini bukan akhir perjalanan SpaceX, melainkan awal dari babak baru sebagai perusahaan publik. Tekanan menghasilkan keuntungan, persaingan di bisnis satelit Starlink, dan ambisi misi ke Mars akan menjadi ujian sesungguhnya. Bagi investor dan pengamat, pertanyaan besarnya bukan lagi apakah SpaceX bisa IPO, melainkan apakah perusahaan ini bisa membukukan laba di tengah ekspansi besar-besaran.