MUARA TEWEH — Shalahuddin membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Yudian Wahyudi, yang menyebut Pancasila sebagai bintang penuntun yang telah terbukti ketangguhannya. Di tengah ketidakpastian dunia, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan.
Dalam amanat yang dibacakan Bupati, peringatan Hari Lahir Pancasila bukanlah seremoni tahunan belaka. Momentum ini disebut sebagai refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, Yudian menyampaikan bahwa Pancasila tidak hanya relevan menjaga keutuhan bangsa yang majemuk, tetapi juga menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia yang berkelanjutan.
“Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945,” kata Shalahuddin mengutip amanat Kepala BPIP.
Yudian menyebutkan bahwa nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila menjadi instrumen diplomasi penting. Hal ini tercermin melalui kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian PBB, mediasi konflik regional, serta konsistensi memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang tertindas.
“Perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, tetapi hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia,” tegasnya.
Kepala BPIP mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup, bukan sekadar simbol atau slogan. Kepada para menteri dan kepala daerah, Yudian menitipkan amanah agar setiap kebijakan publik berlandaskan nilai keadilan sosial.
Kebijakan tersebut harus memenuhi rasa keadilan masyarakat, melindungi hak-hak kelompok rentan, serta memastikan tidak ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Seluruh komponen bangsa juga diajak untuk terus melawan berbagai bentuk intoleransi dan radikalisme yang berpotensi merusak persatuan.
Di akhir amanatnya, Yudian mengajak seluruh rakyat Indonesia meneguhkan kembali komitmen kebangsaan. “Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di republik yang kita cintai. Selamat Hari Lahir Pancasila. Jayalah Indonesiaku. Merdeka!” tutup amanat tersebut.
Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Arena Tiara Batara berlangsung khidmat. Acara dihadiri unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, TNI-Polri, pelajar, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat Kabupaten Barito Utara.