KALIMANTAN TENGAH — Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menilai masuknya identitas resmi Timnas Indonesia ke dalam EA Sports FC menjadi bukti nyata peningkatan daya saing sepak bola nasional. Pengumuman resmi ini diterima pada Minggu, 31 Mei 2026, dan langsung disambut sebagai tonggak baru bagi ekosistem olahraga digital di Indonesia.
Menpora Erick Thohir menekankan kolaborasi ini akan memperkuat dua sektor sekaligus. Pertama, meningkatkan minat anak muda terhadap sepak bola. Kedua, memperkokoh fondasi ekonomi kreatif olahraga yang selama ini terus bertumbuh.
"Dampaknya nanti akan terasa, di mana anak muda jadi lebih berminat dengan olahraga sepak bola. Selain itu juga untuk penguatan ekonomi kreatif olahraga. Industri olahraga Indonesia tak lagi dianggap kecil, kita terus tumbuh, naik level, dan semakin diakui di level global," kata Erick dalam keterangan tertulisnya.
Kemenpora melihat kehadiran Timnas di gim terbesar dunia membuka celah bagi lahirnya beragam usaha rintisan. Mulai dari industri konten olahraga digital, esports, pengembangan talenta kreatif, hingga pemasaran olahraga berbasis data.
Seluruh sektor pendukung ini dinilai bisa melibatkan generasi muda secara langsung. Langkah ini sekaligus menjadi sarana promosi identitas bangsa ke komunitas global melalui medium yang dekat dengan keseharian mereka.
Kemenpora menegaskan dukungan penuh terhadap inovasi dan kolaborasi semacam ini. Masuknya Timnas Indonesia ke EA Sports FC disebut sejalan dengan implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang berfokus pada penguatan ekonomi kreatif, transformasi digital, dan peningkatan daya saing global melalui inovasi teknologi.
Bagi sepak bola Indonesia, langkah ini berpotensi meningkatkan visibilitas merek tim nasional sekaligus memperluas kerja sama internasional. Bukan hanya di lapangan hijau, tapi juga di industri kreatif yang nilai ekonominya terus membesar di tingkat global.