Anak Sekolah di Mentaya Seberang Terancam Tak Ikut Kegiatan Ekstrakurikuler Gegara Akses Transportasi yang Terbatas

Penulis: Qodri Anwar  •  Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15:30 WIB
Anak sekolah di Mentaya Seberang kesulitan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler akibat keterbatasan akses transportasi.

SAMPIT — Keterbatasan angkutan umum di wilayah Mentaya Seberang membuat anak-anak sekolah terpaksa memangkas waktu belajar mereka. Mereka harus meninggalkan sekolah sebelum pukul 17.00 WIB, atau berisiko tidak mendapatkan kendaraan pulang. Situasi ini paling terasa ketika sekolah mengadakan kegiatan ekstrakurikuler atau tambahan pelajaran yang molor hingga sore hari.

Akses Terbatas, Pilihan Minim

Tidak seperti di perkotaan yang dilimpahi ojek online dan angkutan kota 24 jam, Mentaya Seberang hanya dilayani segelintir angkutan desa dengan jadwal tak menentu. Setelah pukul setengah lima, jumlah kendaraan yang melintas drastis menurun. Orang tua yang tidak memiliki kendaraan pribadi terpaksa menjemput anaknya lebih awal atau menitipkan ke tetangga yang kebetulan lewat.

Seorang warga setempat menyebutkan, kondisi ini sudah berlangsung sejak lama. “Kami hanya punya satu atau dua angkutan yang lewat setiap jam. Kalau sudah magrib, tidak ada yang berani ngetem di pinggir jalan,” ujarnya.

Dampak pada Prestasi dan Partisipasi

Konsekuensinya, siswa di Mentaya Seberang kerap absen dari kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, olahraga, atau bimbingan belajar tambahan. Guru-guru pun kesulitan mendorong partisipasi penuh karena faktor transportasi menjadi penghalang utama. Beberapa anak bahkan memilih tidak mendaftar kegiatan yang berakhir sore hari karena takut tidak bisa pulang.

Kondisi ini menciptakan kesenjangan akses pendidikan antara siswa di pusat kota dan di daerah pinggiran. Pelajar di Mentaya Seberang otomatis kehilangan waktu belajar yang berharga hanya karena masalah transportasi yang tak kunjung teratasi.

Apa Langkah Pemkot Selanjutnya?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Perhubungan Kotawaringin Timur mengenai penambahan trayek atau subsidi angkutan sekolah di Mentaya Seberang. Warga berharap pemerintah daerah segera merealisasikan program bus sekolah gratis yang sempat digadang-gadang pada musrenbang tahun lalu.

Tanpa intervensi kebijakan yang konkret, ketimpangan akses ini diprediksi akan terus membebani generasi muda di wilayah tersebut. Anak-anak Mentaya Seberang hanya bisa berharap ada perubahan sebelum mereka harus merelakan masa depan mereka demi mengejar angkutan terakhir.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: radarsampit.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top