Koperasi Persekutuan Dayak Buka Cabang Keempat di Palangka Raya, Jadi Pusat Belanja Warga dan UMKM Lokal

Penulis: Rendi Kusuma  •  Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15:30 WIB
Peresmian cabang keempat Koperasi Persekutuan Dayak di Palangka Raya sebagai pusat belanja dan distribusi produk lokal.

PALANGKA RAYA — Koperasi Persekutuan Dayak (KPD) kembali memperkuat jaringan usahanya dengan meresmikan cabang toko serba ada keempat di Jalan R.T.A. Milono Km. 6,5, Palangka Raya. Kehadiran gerai baru ini sekaligus menjawab keresahan soal relevansi ekonomi warga Dayak di tengah dominasi pasar modern.

Mengapa Cabang Keempat Ini Penting?

Peresmian cabang baru KPD bukan sekadar ekspansi bisnis. Lebih dari itu, langkah ini menjadi simbol keberlanjutan ekonomi berbasis komunitas yang digagas oleh warga Dayak. KPD hadir tidak hanya sebagai tempat berbelanja, tetapi juga sebagai pusat distribusi produk lokal yang dikelola oleh anggota koperasi.

“Ini adalah wujud nyata bahwa ekonomi kerakyatan masih hidup dan berkembang. Kami ingin memastikan warga Dayak punya ruang untuk berusaha dan berbelanja dengan harga yang wajar,” ujar salah satu pengurus KPD dalam sambutannya saat peresmian.

Lokasi Strategis di Pinggir Kota

Pemilihan lokasi di Km. 6,5 Jalan R.T.A. Milono terbilang strategis. Jalan ini merupakan salah satu akses utama menuju pusat kota Palangka Raya, sekaligus jalur yang menghubungkan permukiman padat penduduk di wilayah pinggiran. Dengan begitu, cabang keempat ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak warga yang selama ini kesulitan mengakses toko KPD sebelumnya.

KPD menawarkan berbagai kebutuhan pokok, mulai dari sembako, alat rumah tangga, hingga produk-produk UMKM binaan koperasi. Harga yang ditawarkan pun bersaing dengan ritel modern, karena sistem pengadaan barang dilakukan secara kolektif oleh anggota.

Apa yang Berbeda dari Cabang Sebelumnya?

Manajemen KPD menyebutkan bahwa cabang keempat ini memiliki tata letak yang lebih luas dan modern dibanding tiga cabang sebelumnya. Selain itu, sistem pembayaran non-tunai juga mulai diterapkan untuk memudahkan transaksi bagi pelanggan yang terbiasa dengan dompet digital.

“Kami tidak ingin ketinggalan zaman. Koperasi harus adaptif. Tapi nilai gotong royong dan keanggotaan tetap menjadi fondasi utama,” tambah pengurus KPD.

Dampak bagi UMKM Lokal

Salah satu dampak langsung dari kehadiran cabang baru ini adalah terbukanya akses pemasaran bagi pelaku UMKM Dayak. Produk seperti anyaman rotan, kain tenun khas Dayak, hingga olahan pangan lokal akan dipajang di rak khusus yang disediakan koperasi.

KPD juga berencana menggelar pelatihan manajemen usaha bagi anggota yang ingin memasok barang ke toko. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Dengan bertambahnya cabang, KPD kini memiliki empat titik pelayanan yang tersebar di Palangka Raya. Ke depan, koperasi ini menargetkan pembukaan cabang di kabupaten-kabupaten lain di Kalimantan Tengah untuk memperkuat jaringan ekonomi warga Dayak.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: radarsampit.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top