Manggatang Utus dan Swalayan KPD di Palangka Raya, Dari Tukang Kayu Menjadi Arsitek Masa Depan Lewat Bisnis Ritel

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15:29 WIB
Manggatang Utus meresmikan Swalayan KPD cabang keempat di Palangka Raya.

PALANGKA RAYA — Manggatang Utus tidak pernah membayangkan akan berdiri di depan pintu kaca sebuah swalayan yang ia bangun sendiri. Pria 42 tahun itu memulai karier sebagai tukang kayu di pinggiran Palangka Raya, mengerjakan proyek-proyek kecil perumahan warga. Namun, kegigihannya selama 15 tahun terakhir berbuah manis ketika ia meresmikan Swalayan KPD cabang keempat di Jalan RTA Milono Km. 6,5.

Dari Kayu ke Rak Belanja: Perjalanan 15 Tahun

Manggatang mengaku tidak langsung melompat ke bisnis ritel. Ia memulai dengan membuka kios kecil di Pasar Besar Palangka Raya pada 2018, menjual sembako dan kebutuhan pokok. Modal awal hanya Rp 5 juta dari tabungan hasil menjadi mandor bangunan.

“Saya dulu cuma bisa potong kayu dan pasang atap. Tapi saya lihat peluang di sini besar, karena banyak warga yang butuh belanja dekat rumah,” ujarnya saat ditemui di lokasi toko, Senin (26/5).

Proses: Mengubah Toko Kecil Jadi Swalayan Modern

Transformasi itu berlangsung bertahap. Pada 2021, Manggatang mulai menyewa ruko dua lantai di Jalan Tjilik Riwut untuk memperluas usahanya. Ia mengganti sistem pencatatan manual dengan aplikasi kasir digital, dan mulai merekrut karyawan tetap. Tiga tahun berselang, omset tahunan KPD mencapai Rp 2 miliar.

Pembangunan cabang RTA Milono menghabiskan dana sekitar Rp 500 juta, termasuk biaya renovasi gedung, pengadaan rak, dan sistem pendingin. Toko ini memiliki luas 200 meter persegi dengan 12 karyawan.

Apa yang Berubah bagi Manggatang?

Kini, Manggatang tidak lagi memegang gergaji atau palu. Ia duduk di meja kerja lantai dua toko, mengawasi stok barang dan laporan keuangan dari laptop. “Saya belajar akuntansi dari YouTube dan pelatihan dari Dinas Koperasi,” katanya.

Ia juga mulai merintis program bagi hasil untuk karyawannya. Setiap bulan, 10 persen dari laba bersih dibagikan ke 12 pegawai tetap sebagai bonus. Langkah ini, menurut Manggatang, untuk memastikan mereka ikut merasakan pertumbuhan usaha.

Langkah Selanjutnya: Ekspansi ke Wilayah Pinggiran

Manggatang tidak berhenti di satu cabang. Ia berencana membuka dua toko baru di Kecamatan Bukit Batu dan Kecamatan Kahayan Hilir pada akhir 2026. Targetnya, setiap toko bisa menyerap minimal 8 tenaga kerja lokal.

“Saya ingin anak-anak muda di kampung tidak perlu merantau. Di sini ada lapangan kerja,” ucapnya.

Swalayan KPD kini menjadi salah satu jaringan ritel lokal yang bersaing dengan minimarket nasional. Dengan harga yang kompetitif dan fokus pada produk UMKM Kalimantan Tengah, Manggatang optimistis usahanya terus tumbuh.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: radarsampit.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top