Harga Tandan Buah Sawit Anjlok, Petani Kotawaringin Timur Desak Pemerintah Segera Turun Tangan Stabilkan Pasar

Penulis: Surya Dinata  •  Jumat, 29 Mei 2026 | 19:04:08 WIB
Petani kelapa sawit Kotawaringin Timur menggelar aksi protes menuntut intervensi harga TBS dari pemerintah.

SAMPIT — Gelombang protes dari petani kelapa sawit di Kotawaringin Timur kian nyaring. Mereka mendesak pemerintah segera mengintervensi pasar untuk menghentikan laju penurunan harga TBS yang dinilai sudah tidak masuk akal.

“Kami minta pemerintah, baik kabupaten maupun provinsi, segera turun tangan. Harga di tingkat petik sudah sangat rendah, sementara biaya produksi terus naik,” ujar seorang perwakilan petani, Senin lalu.

Mengapa Harga TBS Anjlok?

Penurunan harga ini terjadi di saat produksi tandan buah segar sedang berada di puncaknya. Kondisi ini menciptakan tekanan ganda: pasokan melimpah, namun daya serap pabrik terbatas. Akibatnya, harga di tingkat petani merosot tajam dalam beberapa pekan terakhir.

Para petani menilai mekanisme pasar saat ini tidak berpihak pada mereka. Fluktuasi harga yang ekstrem membuat perencanaan keuangan petani kacau, terutama bagi pekebun swadaya yang tidak memiliki kontrak jangka panjang dengan pabrik.

Apa yang Diminta Petani?

Desakan utama petani adalah agar pemerintah segera menetapkan harga acuan yang layak. Mereka tidak ingin harga terus ditentukan sepihak oleh pabrik atau tengkulak. Selain itu, mereka meminta pemerintah daerah mengaktifkan kembali satgas harga untuk memantau transaksi di tingkat lapangan.

“Kami butuh kepastian. Jangan sampai petani kecil yang justru jadi korban. Kalau harga terus begini, banyak yang akan beralih profesi,” tambahnya.

Langkah yang Sudah dan Akan Diambil Pemkab

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur disebut telah menerima aspirasi ini. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan resmi atau kebijakan darurat yang diumumkan. Para petani berharap respons cepat, bukan sekadar janji.

Di sisi lain, Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah juga diminta turun tangan untuk mengoordinasikan harga dengan pabrik-pabrik kelapa sawit di wilayah tersebut. Tanpa intervensi, para petani khawatir harga akan terus terpuruk hingga musim panen berakhir.

Dampak ke Ekonomi Lokal

Kelapa sawit merupakan komoditas utama di Kotawaringin Timur. Ratusan ribu jiwa menggantungkan hidup dari sektor ini, mulai dari petani, buruh panen, hingga sopir truk pengangkut TBS. Jika harga terus anjlok, efeknya akan terasa luas di seluruh rantai ekonomi lokal.

Beberapa petani bahkan mulai mengurangi aktivitas perawatan kebun karena dianggap tidak sebanding dengan hasil penjualan. Jika dibiarkan, produktivitas kebun sawit di daerah ini bisa menurun drastis dalam beberapa bulan ke depan.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: radarsampit.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top