KALIMANTAN TENGAH — Kobaran api melahap puluhan lapak barang bekas dan rumah warga di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, pada Minggu dini hari. Peristiwa ini memicu kepanikan di permukiman padat penduduk tersebut, mengingat banyaknya material mudah terbakar di lokasi.
Sedikitnya 20 lapak pengepul barang bekas hangus terbakar. Sejumlah rumah warga yang berada di bagian belakang area lapak juga ikut menjadi sasaran si jago merah, meskipun jumlah pastinya belum dapat dipastikan.
Saiman, seorang warga setempat, mengatakan api pertama kali terlihat dari area lapak pengepul. "Api awalnya dari lapak barang bekas, sekitar jam setengah empat pagi. Cepat tadi (api membesar)," ujarnya kepada petugas di lokasi.
Menurut Saiman, kobaran api dengan cepat merembet ke bangunan lain. "Ada tadi (rumah-rumah) bagian belakang, tapi enggak tau berapa rumah," tuturnya.
Warga bersama petugas pemadam kebakaran sempat berjibaku memadamkan api yang terus berkobar. Namun, proses pemadaman mengalami kendala akibat banyaknya bahan mudah terbakar di lokasi kejadian, seperti kardus, plastik, dan kayu bekas yang menjadi stok dagangan.
Sebanyak 12 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk mengendalikan kobaran api. Petugas berupaya keras mencegah api meluas ke area permukiman lainnya yang letaknya berdekatan dengan lokasi kebakaran.
Hingga berita ini diturunkan, proses pemadaman masih berlangsung. Belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Total kerugian material akibat kebakaran masih dalam pendataan oleh pihak berwenang.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan petugas kepolisian dan instansi terkait. Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik atau kelalaian manusia, namun hal itu masih perlu diverifikasi lebih lanjut.
Bagi sebagian warga, lapak barang bekas yang terbakar bukan sekadar tempat usaha, melainkan sumber penghidupan utama. Ratusan juta rupiah nilai barang dagangan diduga hangus dalam sekejap, membuat para pedagang harus memulai dari nol.
Pemerintah Kota Jakarta Barat diharapkan segera memberikan bantuan darurat bagi para korban, baik berupa tempat tinggal sementara maupun modal usaha. Langkah konkret dari pemkot dinilai krusial untuk meringankan beban warga yang terdampak.